Tentang Buku Terbarunya, Pradana Boy: Tulisan Ini Mengungkapkan Sisi-Sisi Amerika Serikat yang Tak Ditemukan di Media

0
331

KLIKMU.CO

Perjalanan selama 6 minggu ke Negeri Paman Sam, julukan Amerika Serikat, tak disia-siakan Pradana Boy ZTF. Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu berhasil menerbitkan buku. Tak main-main, penerbitnya adalah Bhuana Ilmu Populer yang merupakan bagian dari Kelompok Gramedia. Mulai 19 Agustus lalu, buku dengan latar warna hitam tersebut sudah bisa diperoleh di tuku buku terdekat maupun situs online Gramedia.

Buku itu berisi kisah perjalanan sang penulis ketika mengikuti kursus singkat di Amerika Serikat pada medio Juni-Agustus 2017. Ia mengunjungi 7 negara bagian, 17 kota, dan 7 universitas masyhur di sana.

Ketujuh negara bagian itu adalah California, Connecticut, Massachusetts, New York, Pennsylvania, Virginia, dan Illinois. Sementara itu, 17 kota itu terbentang dari kota yang sangat terkenal; seperti Boston, Chicago, Cambridge, Hartford, Los Angeles, New Haven, New York, dan Washington DC; hingga kota-kota yang terbilang jarang didengar oleh khalayak di Indonesia seperti Amherst, Charlottesvile, Chesterfield, Hadley, Harrisburg, Northampton, Springfield, Shepherdstown, dan Shippensburg.

Kemudian, tujuh universitas yang dikunjungi ialah University of Massachusetts Amherst, Harvard University, Massachusetts Institute of Technology (MIT), Trinity College, Yale University, Shippensburg University, dan Shepherd University. Kunjungan itu juga membawa Pradana Boy belajar kepada sedikitnya 25 profesor dari berbagai universitas di kawasan pantai timur Amerika Serikat.

Ada juga warita “kegalauan” penulis ketika harus meninggalkan anak-istri ke Amerika itu hanya berselang 4 hari menjelang Hari Raya Idulfitri 1438 H atau 2017 M.

Nah, bagaimana proses perjalanan Pradana Boy ZTF dalam menelurkan tulisan itu? Apa saja yang menginspirasinya? Lantas, kenapa bisa tercetus Dari Amerika Kurindukan Ka’bah?

Rabu malam (21/8/2019) editor Klikmu.co ACHMAD SANTOSO berkesempatan melakukan wawancara singkat dengan sang penulis yang kini juga berstatus asisten stafsus kepresidenan bidang keagamaan internasional.

 

Kapan tulisan-tulisan ini dibuat?

Tulisan-tulisan ini saya buat pada saat menjalani kursus singkat tentang politik Amerika di University of Massachusetts, Juni hingga Agustus 2017.

Seberapa lama?

Sedianya saya ingin menulis setiap hari. Tapi, agenda kegiatan yang lumayan padat menyulitkan saya membagi waktu. Sehingga selama 6 minggu hanya menghasilkan 18 tulisan. Rata-rata 3 tulisan per minggu.

Apa inspirasi yang ada di benak Bapak sehingga berkeinginan untuk mengarang buku ini?

Perjalananku AS ini sangat mahal, dalam arti hakiki maupun majazi. Maka, saya harus mengabadikan perjalanan yang mahal ini. Di samping itu, pemahaman masyarakat muslim di Indonesia terhadap AS barangkali banyak didominasi oleh prasangka dan stereotip. Nah, banyak hal yang tak terbukti, meskipun ada juga yang benar. Tulisan ini ingin mengungkapkan sisi-sisi Amerika Serikat yang tak banyak ditemukan di media.

Kira-kira isinya tentang apa?

Isinya ya tentang apa saja yang saya temukan sebagai hal menarik selama persinggahan di AS. Lebih banyak cerita. Ya, pada dasarnya ini catatan perjalanan. Tetapi ada juga sisi risetnya. Misalnya, jika saya ingin mendalami satu topik lebih jauh, saya pasti mencari sumber-sumber ilmiah pendukung.

Adakah kejadian unik yang Bapak alami di Amerika?

Kejadian unik yang saya alami adalah ketika saya shalat menghadap ke barat, padahal dari AS seharusnya kiblat berada di sebelah timur. Kejadian inilah yang saya abadikan dalam tulisan berjudul Dari Amerika Kurindukan Ka’bah yang lalu saya ambil sebagai judul dari buku ini. (Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here