Terkait Bom Surabaya, Din: Jelas Ini Terorisme, Kita Tidak Bela-bela, Kita Tidak Tutup-tutupi

0
1386
Self Claim: Din Syamsuddin Utusan Khusus Presiden RI untuk Dialog dan Kerjasama Antar-Agama dan Peradaban. (Foto: ICL)

KLIKMU.CO – Tragedi kemanusiaan berupa rentetan aksi pengeboman sejumlah gereja di Surabaya dan Sidoarjo, Ahad (13/5) memantik respons keprihatinan banyak kalangan. Di antaranya datang dari Din Syamsuddin Utusan Khusus Presiden RI untuk Dialog dan Kerjasama Antar-Agama dan Peradaban.

Menurutnya, peristiwa yang telah menewaskan sedikitnya 13 orang dan puluhan lainnya luka-luka itu bertentangan dengan nilai-nilai prikemanusiaan dan priketuhanan.

“Ini sungguh di luar prikemanusiaan dan priketuhanan. Tidak ada agama manapun, khususnya Islam, yang membenarkan kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Din yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mendorong aparat keamanan untuk bersikap secara tegas.

“Majelis Ulama Indonesia yang membawahi Ormas-ormas Islam, meminta, mendukung, mendorong, Polri khususnya, untuk mengusut secara tuntas, bila perlu menyingkap kemungkinan adanya aktor intelektualis di balik ini semua,” tandasnya.

Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu juga menyatakan bahwa aktor-aktor terorisme masih terbukti eksis di Indonesia.

“Jelas ini terorisme, kita tidak bela-bela, kita tidak tutup-tutupi. Dan memang terorisme belum sirna dari bumi Indonesia ini,” imbuhnya.

Karena itu, Din, berpesan kepada umat Islam, sesuai kesepakatan para ulama dan pemimpin muslim se-dunia di Bogor pada beberapa waktu lalu, agar umat Islam kembali ke dasar keislaman yang menampilkan washatiyyah, yakni pemahaman Islam yang moderat atau tengahan.

“Ini bertentangan dengan prinsip washatiyyah dalam Islam. Tapi, mohon pula jangan dikaitkan dengan Islam kalau pelakunya seandainya sudah terbukti adalah beragama Islam,” sambungnya.

Menurut Din, tindakan terorisme melalui aksi bom bunuh diri berangkat dari pemahaman dasar agama yang salah dan tidak komprehensif, sehingga terjadi kesalahan dalam memahami ajaran agama.

“Maka, itu masuk pada kategori self-claimed islamic terorism adalah terorisme atas dasar agama yang diklaim secara sepihak,” pungkasnya. (ICOOL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here