Terkait OTT Mensos, Muhammadiyah Apresiasi KPK yang Mulai Mandiri dan Berani

0
170
KPK menetapkan Mensos Juliari Batubara sebagai tersangka korupsi dana bansos Covid-19 (tangkapan layar video KPK)

KLIKMU.CO – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah turut mengomentari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK kepada Menteri Sosial Juliandri P. Batubara terkait korupsi dana bansos Covid-19, Ahad dini hari tadi (6/12/2020).

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu’ti mengatakan, pihaknya mengapresiasi kinerja KPK yang dalam beberapa hari terakhir menangkap sejumlah pejabat negara, dua di antaranya menteri kelautan dan perikanan serta menteri sosial.

Setelah selama satu tahun bekerja, kata Mu’ti, KPK yang sejak awal pembentukan diragukan kemandirian dan keberaniannya mulai menunjukkan kinerja yang memberikan harapan kepada masyarakat.

“OTT dua menteri merupakan pembuktian awal bahwa KPK adalah lembaga yang mandiri dan tidak bisa didikte oleh berbagai kepentingan, baik presiden maupun partai politikm,” tegasnya.

Mu’ti menambahkan, publik terus menunggu gebrakan KPK berikutnya. Sebab, ada sinyalemen di masyarakat bahwa kementerian lain juga tercium semerbak korupsi.

Menurut guru besar UIN Syarif Hidayatullah ini, dalam hubungannya dengan kepemimpinan Presiden Jokowi, OTT dua menteri dalam Kabinet Indonesia Maju memiliki dua makna. Pertama, keterbukaan dan pembuktian presiden bahwa yang tidak melindungi siapa pun yang terbukti bersalah.

“Kedua, presiden juga perlu segera melakukan evaluasi terhadap kinerja seluruh menteri. Sebab, dalam satu tahun pemerintahan, banyak menteri yang kinerjanya di bawah standar,” ucapnya.

“Jika diperlukan, presiden dapat melakukan rotasi dan reshuffle. Apabila kinerja pemerintah kedodoran, kasihan rakyat yang jadi korban,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, dikutip dari CNN Indonesia, KPK melakukan OTT terhadap Menteri Sosial Juliandri P. Batubara. Menteri asal PDIP itu diduga menerima uang senilai total Rp 17 miliar dari dua pelaksanaan paket bantuan sosial (bansos) berupa sembako untuk penanganan Covid-19.

Pengadaan bantuan sosial untuk penanganan Covid-19 yang berupa paket sembako di Kementerian Sosial tahun 2020 memiliki nilai sekitar Rp 5,9 triliun dengan total 272 kontrak dan dilaksanakan dalam dua periode.

Juliari ditangkap tim penyidik KPK setelah sebelumnya sempat melarikan diri. Dia tiba di Gedung Dwiwarna KPK sekitar pukul 02.50 Ahad dini hari (6/12/2020).

Dalam periode kepemimpinan Jokowi, sudah ada empat menteri yang ditetapkan tersangka oleh KPK. Sebelum Mensos Juliandri Batubara, ada mantan Menteri Sosial Idrus Marhan, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, dan beberapa waktu lalu Menteri Kelautan dan Perikanan (nonaktif) Edhy Prabowo. (AS)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here