Terkait Polemik Luhut vs Amien Rais, Ini Sikap SBY, Wakil Ketua DPR, dan Politisi Teras PAN

0
4893
Jangan Arogan: Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Presiden RI ke-6 ikut menanggapi polemik LBP vs MAR. (Foto: Muslim Obsession)

KLIKMU.CO – Pernyataan emosional bernada ancaman yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) yang dialamatkan kepada tokoh Reformasi M. Amien Rais (MAR) pada Seminar Nasional di Gedung BPK RI, Senin (19/3) lalu, terus menuai respons dari berbagai tokoh bangsa.

Di antara tanggapan itu datang dari mantan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, hingga pengurus teras Partai Amanat Nasional Drajat Wibowo. Sebelumnya, respons juga diberikan oleh Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat Prof. Din Syamsuddin dan aktivis muda Dahnil Anzar Simanjuntak Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah.

Menanggapi polemik tersebut, SBY menegaskan bahwa pihak eksekutif sebaiknya tidak antikritik yang datang dari rakyat. Sebab, katanya, kritik merupakan hak rakyat sebagai bentuk check and balances atas suatu kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Apalagi, jika kritik tersebut disertai dengan data pendukung yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kritik kepada pemerintah boleh saja, asal bukan fitnah. Pemerintah jangan cepat marah kalau ada kritik dari rakyat. Itu tidak boleh dihalang-halangi. Pemerintah tidak boleh alergi dengan hal ini,” ujar Ketua Umum Partai Demokrat tersebut.

Lebih lanjut, SBY juga meminta pemerintah agar tidak berlebihan menanggapi kritik, apalagi respons yang disertai ancaman sebab kekuasaan bukan untuk menakut-nakuti rakyat, tapi kekuasaan seharusnya digunakan untuk melindungi dan mengayomi.

“Pemerintah tidak perlu bersikap arogan dalam menanggapi kritik. Negeri ini dibangun bukan untuk menjadi negara kekuasaan. Kedaulatan berada di tangan rakyat, tapi rakyat juga tidak boleh absolut,” tandas mantan orang nomor satu Indonesia 2 periode tersebut.

Respons tegas juga disampaikan oleh Fadli Zon Wakil Ketua DPR RI. Ia menyayangkan sikap LBP yang emosional terhadap pihak-pihak yang kritis terhadap pemerintah. Menurutnya, kritik itu hal biasa dan dilindungi oleh konstitusi.

“Saya kira, apa yang disampaikan itu seperti arogansi kekuasaan. Mau ancam-ancam buka dosa, itu arogansi kekuasaan. Kritik sah-sah saja, dijamin konstitusi. Biasanya orang yang melakukan arogansi kekuasaan itu cepat jatuh kekuasaannya,” tandas pria asal Sumatera Barat itu.

Sementara itu, Drajat Wibowo Anggota Dewan Kehormatan DPP PAN juga menyampaikan respons senada. Ia menilai reaksi LBP yang emosional menunjukkan adanya personil-personil kunci dalam pemerintahan Jokowi yang antikritik.

“Kalau Luhut bermain ancaman seperti itu, ada waktunya juga dosa dan kesalahannya ikut dibongkar ke publik. Tapi, nantilah pada saatnya kita akan ke sana. Kita lihat dulu, apa langkah dia selanjutnya. Timing-nya harus pas,” ujar pakar ekonomi tersebut.

Persoalan yang menjadi perbincangan hangat di ruang publik beberapa hari terakhir ini bermula dari pernyataan Prof. Amien Rais saat menjadi narasumber acara Bandung Informal Meeting di Hotel Savoy Homman Bandung, Ahad (18/3). Pada kesempatan itu, mantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu menilai bahwa program bagi-bagi sertifikat tanah oleh pemerintah adalah bentuk pengibulan kepada rakyat.

“Ini pengibulan. Waspada bagi-bagi sertifikat bagi tanah sekian hektare. Tetapi, ketika 74 persen negeri ini dimiliki kelompok tertentu seakan dibiarkan. Ini apa-apaan?,” kata Tokoh Reformasi 1998 itu. (ICOOL, dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here