Terkait Puisi Kontroversial Sukmawati, Dahnil: Itu Kalau Istilah Bung Karno Islam Sontoloyo

0
4077
Minta Maaf: Sukmawati Soekarno Putri dikawal ketat pasca-konferensi pers di Cikini, Jakarta Pusat. (Foto: Okezone Celebrity)

KLIKMU.CO – Puisi kontroversial Sukmawati yang membuat heboh publik Indonesia dan dinilai menyinggung perasaan umat Islam disikapi oleh Dahnil Anzar Simanjuntak Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah (PPPM).

Menurut Dahnil, puisi yang dibaca Sukmawati pada pagelaran peragaan busana Anne Avantie, Kamis (29/3) lalu menunjukkan kedangkalan pemahaman putri Presiden RI pertama itu terhadap Islam.

“Puisi Bu Sukma mencerminkan ketidakpahaman dan keterbatasan pengetahuan beliau terhadap Islam, agama yang beliau anut,” ujarnya kepada KLIKMU.CO, Selasa (3/4) malam.

Dahnil juga menyarankan kepada Sukmawati agar lebih banyak membaca dan mempelajari Islam, sehingga tidak menjadi orang Islam yang digambarkan oleh sang Ayah.

“Presiden Soekarno yang menyatakan bahwa orang Islam yang tidak paham tentang Islam, sehingga praktiknya menjadi Muslim Sontoloyo, atau itu kalau istilah Bung Karno menjadi Islam Sontoloyo,” tandasnya.

Berikut kutipan lengkap puisi Sukmawati yang dianggap menyinggung tentang syariat Islam, cadar, dan azan itu.

***
Ibu Indonesia

Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah

Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu

Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat

Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok

Lebih merdu dari alunan azan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Illahi
Nafas doanya berpadu cipta

Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damar mengalun
Canting menggores ayat ayat alam surgawi

Pandanglah Ibu Indonesia
Saat pandanganmu semakin pudar
Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu

Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini
Cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.
(ICOOL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here