Terkait Rencana Trump Resmikan Kedutaan Amerika di Yerusalem, Begini Sikap Dahnil

0
251
Narasi Kemanusiaan: Dahnil Anzar Simanjuntak Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah (Foto: Spesial)

KLIKMU.CO – Donald Trump Presiden Amerika Serikat akan meresmikan Kedutaan AS di Yerusalem, Senin (14/5).

“Presiden akan memberikan pernyataan lewat video,” kata Duta Besar AS untuk Israel, David Friedman seperti dilaporkan middleeasteye.net, Sabtu, (12/5). Tapi, David tidak merinci apakah Trump akan berbicara secara langsung via videolink atau direkam untuk kemudian diperdengarkan saat peresmian Kedutaan AS itu.

Trump mengumumkan pada Desember lalu tentang pemindahan Kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem sebagai pengakuan bahwa Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Keputusan Trump memindahkan Kedutaan AS ke Yerusalem ditolak dunia internasional. Hanya Rumania, Paraguay, dan Guatemala yang mengikuti langkah Trump.

Meski tidak hadir secara langsung saat peresmian Kedutaan AS di Yerusalem, Trump mengutus putrinya Ivanka untuk terbang ke Yerusalem bersama sejumlah pejabat tinggi AS untuk peresmian kedutaan. Jared Kushner akan menemani Ivanka.

Pembukaan kedutaan itu merupakan bagian dari pengakuan Amerika atas Yerusalem sebagai ibukota Israel pada 6 Desember 2016 yang merupakan penegasan pemberlakuan Jerusalem Embassy Act yang dikeluarkan Kongres pada 23 Oktober 1995 yang diloloskan untuk memulai dan mendanai relokasi Kedutaan Besar Amerika di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem, dan menahan 50% anggaran yang dialokasikan ke Departemen Luar Negeri untuk akuisisi dan pemeliharaan bangunan di luar negeri.

Israel telah mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota abadi mereka dan tidak dapat dibagi dua dengan Palestina. Klaim ini dilakukan melalui Jerusalem Basic Law yang disahkan Knesset pada 1980.

Menyikapi hal tersebut, Dahnil Anzar Simanjuntak Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah mengatakan, bahwa gerakan pembebasan terhadap tanah Palestina harus dinarasikan sebagai gerakan kemanusiaan.

“Pembebasan Tanah yang Dijanjikan Tuhan (The Promised Land), Palestina, tidak sekadar membangun kesadaran hanya teruntuk umat Islam. Namun, mengajak kepada semua umat manusia bahwa masih ada penjajahan di muka bumi ini, yakni di tanah Palestina,” tandasnya.

Karena itu, menurutnya, harus ada kekuatan politik dunia untuk menekan kebijakan sepihak Amerika yang dinilai sangat merugikan kepentingan Palestina sekaligus menegasikan keadilan bagi rakyatnya. (Kholiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here