Terpikat Taplak Sibori Karya Siswa, 50 Guru Seni Budaya “Mendadak” Ikuti Pelatihan Membatik

0
143

KLIKMU.CO – Antusiasme guru mata pelajaran seni budaya SMA/SMK Surabaya tampak dalam kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kota Surabaya pada Rabu (27/2). Pasalnya, pertemuan MGMP kali ini tak hanya diisi dengan sharing seputar mata pelajaran seni budaya, melainkan juga lebih fokus pada kegiatan belajar membatik.

Ide itu muncul ketika salah seorang guru seni budaya SMA Muhammadiyah 4 Surabaya (SMAMIV) memublikasikan hasil karya siswa saat ujian praktik kelas XII. Karya yang dipamerkan adalah taplak bermotif batik jumput sibori. Rupanya, motif yang tak biasa ini menarik hati guru-guru seni yang lain dan berujung pada direalisasikannya pelatihan bersama kemarin.

Karena pelatih “insidental”-nya adalah Bu Panca, guru seni budaya SMAMIV, pertemuan MGMP kali ini pun bertempat di perguruan Muhammadiyah Karang Pilang. “Agenda utama pertemuan kali ini ya belajar mbatik dengan Bu Panca, sekalian biar tahu daerah selatan Kota Surabaya,” kata Bambang Sutego, ketua MGMP Seni.

Pukul 10.00 WIB guru-guru seni budaya Kota Surabaya telah berkumpul. Ada sekitar 50 orang yang hadir untuk mempelajari teori membatik sibori yang memang belum banyak dikenal. Batik sibori adalah batik dari Jepang yang hanya menggunakan warna biru sebagai warna dominan. Membuat motif batik ini sederhana. Hanya dengan cara dilipat-lipat dan diikat-ikat, namun akan menghasilkan karya yang indah.

Setelah pembukaan, pertemuan rutin ini diisi dengan pengantar dari kepala sekolah dan ketua MGMP. Dalam sambutannya, Bambang mengharapkan agar acara tersebut berjalan sukses. “Saya harap guru-guru seni dapat bertambah keterampilannya dan bisa langsung diterapkan ke anak-anak di sekolah,” tutur guru seni SMA Negeri 2 Surabaya yang telah mengontribusikan karya batik tulis berikon “Suroboyo dan semanggi” untuk dijual di pusat-pusat belanja Kota Surabaya itu.

Sekitar 50 guru itu diajak menuju ruang lab biologi untuk praktik membatik. Pelatihan tersebut berakhir pukul 15.00 WIB dengan menghasilkan sekian hasil karya yang menarik. Masing-masing guru membawa pulang hasil karya untuk kemudian dijadikan media demonstrasi di hadapan siswa di sekolah.

Acara ini memberikan kesan yang membanggakan. Misalnya yang dialami Bu Panca selaku sohibul bait. “Saya senang sekali, saya sudah gak minder lagi. Walaupun saya bukan guru sekolah negeri yang bergengsi, tapi saya mampu memberi kontribusi yang menambah pengetahuan teman-teman,” katanya bangga.

Kesan positif juga dirasakan peserta MGMP. “Saya senang sekali. Guru di sini ramah-ramah. Kami disambut dan dilayani dengan baik. Makanannya juga enak,” ungkap Bu Nurul, guru seni SMA Negeri 15 yang menjabat sebagai bendahara MGMP.

Sebagai tindak lanjut, Bambang mengharapkan dalam pertemuan berikutnya guru-guru seni ini dapat menunjukkan hasil karya siswanya. Hal ini sebagai bukti realisasi hasil pelatihan yang langsung diterapkan kepada siswa di sekolah. (Mira/Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here