Tertib Administrasi Jadi Kekuatan Besar Persyarikatan

0
96
PRM Bulak Banteng Wetan berfoto bersama dengan PCM Kenjeran (PCM Kenjeran/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran Surabaya mengadakan lomba pendataan warga Muhammadiyah di seluruh Pimpinan Ranting Muhammadiyah Se-Kenjeran pada Kamis (8/10/2020).

Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kenjeran Surabaya Ustadz H Ali Fauzi MAg mengatakan, ada lima pimpinan ranting Muhammadiyah di PCM Kenjeran yang didatangi untuk diadakan penilaian. “Kami bergerak serentak ke PRM Sidotopo Wetan, PRM Tanah Kali Kedinding, PRM Tambak Wedi, PRM Bulak Banteng, dan PRM Bulak Banteng Baru. Adapun yang bertugas di PRM Tanah Kali Kedinding Ustadz H Ali Fauzi, di PRM Sidotopo Wetan Ustadz Bahrun Abidin, di PRM Tambak Wedi Ustadz Rofiq Munawi, di PRM Bulak Banteng Ustadz Sidiq Widjono, dan di PRM Bulak Banteng Wetan Ustadz Marlikan,” katanya.

Menurut Ali Fauzi, tujuan dari lomba pendataan warga Muhammadiyah ini adalah mengetahui potensi dakwah di masing-masing pimpinan ranting Muhammadiyah se-Kenjeran. “Dengan database itu kita mengetahui kekuatan jamaah kita yang ada di ranting sehingga bisa mengukur kekuatan dalam rangka untuk program-program dakwah,” tutur Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 16 Semampir Surabaya itu.

Dia berharap pimpinan ranting Muhammadiyah menjadi ujung tombak paling bawah di persyarikatan Muhammadiyah dengan adanya database itu. Dengan begitu, sasaran atau programnya lebih menyentuh kebutuhan masyarakat bawah.

Di samping itu, lanjut dia, harapannya adalah PRM memiliki motivasi untuk memgadakan pembinaan kepada anggota-anggotanya.

“Perkembangannya dari lomba ini adalah membuat ranting merasa termotivasi lebih tahu tentang potensi anggotanya yang sebelumnya tidak tahu, bahkan bisa kenal terhadap anggotanya. Termasuk ada proses untuk pembuatan kartu tanda anggota Muhammadiyah (KBM),” ujarnya.

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran Ustadz M. Rofiq Munawi MPdI menambahkan, lomba pendataan warga Muhammadiyah di Kenjeran ini bertujuan agar kita ini tertib administrasi. “Saya mulai tahun 1983 sampai sekarang, ketika ditanya berapa jumlah warga Muhammadiyah, sampai sekarang belum ada yang bisa menjawabnya,” tegasnya.

“Database ini memang menjadi kelemahan tersendiri di organisasi ini. Sebagai pengurus PCM, PRM mestinya harus sudah memiliki data base itu secara valid sehingga mengetahui kekuatan kita,” katanya.

Menurut dia, database itu bisa menjadi bahan analisis PCM dan PRM. “Dengan database itu, kita bisa memetakan potensi yang kita miliki baik di PCM maupun di PRM. Misalkan kita ini memiliki jumlah warga Muhammadiyah seribu orang, maka kalau mereka menyumbang dana sebesar Rp 100 ribu saja setiap bulan berapa dana yang kita miliki, itu sebagai kekuatan ekonomi kita, sehingga kita bisa berbuat banyak dengan dana itu,” tuturnya.

“Kami ingin di PCM Kenjeran ini menjadi percontohan sebagai PCM yang tertib administrasi dari berbagai hal, maka kami harapkan semua tetap saling bersinergi membangun PCM Kenjeran menjadi PCM yang luar biasa,” harapnya. (Habibie/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here