Testimoni Sang Penyintas Covid (2)

0
266
Foto pak Yahya Saat dirawat di rumah sakit PHC diambil dari dokumen pribadi

KLIKMU.CO

Oleh:  Moch. Jahja Sholahudin, S.Pd.*

Di saat pandemi Covid-19 kami sebagai ketua PCM- MCCC PCM Sukomamunggal dan juga sebagai mubaligh sering melakukan berbagai kegiatan sosial untuk terdampak ekonomi. Program pembagian sembako, ceramah agama bertema covid 19 & kami disiplin dalam pengetrapan protokol kesehatan sesuai arahan PP Muhammadiyah.

Kegiatan PCM pengembangan Amal Usuha Muhammadiyah  dan sebagai kesibukan yg lain sebagai aktifis begitu padat, bahkan pulang sampai larut malam.

Tak terasa telah menggerus imun kami. Walaupun kami rutin olahraga renang 1 minggu sekali. Akhirnya kami terpapar pandemi covid-19.

Awal badan nggreges kedinginan, batuk dan sesak. sepulang dari Jombang. Kita bawah ke dokter zuhro diperiksa dan dikasih resep. Selang dua hari kami masih berkegiatan rapat dgn majelis tabligh PCM dan kegiatan yg lain tubuh semakin nggreges panas dingin, batuk dan sesak nafas begitu berat. Sedikit gerak buat wudlu saja ngos-ngosan.

Kami konsultasi dokter Zuhro dan saat diperiksa kembali hypertensinya naik, gulanya juga nsik dan kadar oksigennya saat itu 93.

Semakin parah makan selalu mual dan buat bergerak tersengol sengol akhirnya atas bujukan istri, anak dan anjuran dr. Zuhro agar sgr dibawah ke rumah sakit, krn.peralatan tidak ada.

Dan tepatnya hari Sabtu, 26 September 2020, saya diantar istri dan anak ke RS PHC Surabaya, masuk IRD pkl. 12.30 Wib. Bayar langsung di depan. Baru diberikan perawatan TES SWAB PCR, INFUS, TES DARAH dan Rontgen Paru. Dari IRD setelah pemeriksaan semua menunggu diruang Firus mulai jam 16.00 – 21.00.

Sendirian dalam ruangan tidur. Istri dan anak pulang di rumah. Dan kami bawah bekal pakaian seadanya. Suasana ruangan begitu seram di rumah sakit. Kami hanya bisa pasrah, tubuh lunglai dengan tangan diinfus.

Pukul 21.00 diberitahukan Hasilnya tes swab PCR Positif, perasaan kami malah nggak karuan panik, dan kami dipindah pakai tidur dorong ke ruang Mutiara 2 khusus perawatan penderita COVID -19.
Ada 10 orang dlm ruangan.

Dan saat masuk diruangan mutiara berbagai keadaan penderita. Saya sendiri kondisinya lunglai, lemas pasrah nggak terdiam tidur kelelahan. Nggak bisa menyapa kanan kiri.

Dan esok harinya baru penderita menyapa saya, mereka sangat ramah. Dan saya terheran manakala mereka kompak dan melaksanakan sholat berjamaah.

Kami merasa tidak sendirian, saling berbagi di dlm ruangan mutiara sesama Covid 19. Bila mereka mendapat kiriman atau mrk membeli makanan dari luar mereka bagi diberikan ke masing masing kita.

Perawatan begitu intensif, ramah, disiplin dan cepat tanggap.

Schedule rutin hari I

Pkl. 18.00 Wib
– diberikan infus anti Biotik & Vitamin..Terasa nyeri sakit sekali..
– diberikan makan nasi + lauk + buah + air minum
– diberikan obat 13 macam ut diminum
21.00 Wib. Diperiksa tekanan darah, suhu tubuh, kadar oksigen darah.

Hari ke-2
03.00 Wib. Diperiksa rutin kadar oksigen, tekanan darah, suhu tubuh dan kita diambil darah.
07.00 Wib.di berikan obat & Makanan sarapan pagi.
08.00 diperiksa rutin 3 hal
11.30 diverikan makan siang dan obat.
13.00 diperiksa
20.00 diberikan makan mlm & obat serta infus anti biotik & vitamin nyeri..
21.00 periksa lagi.

Terus sampai 5 hari..
Kita di swab lagi jam 04.00 ..
Dan infus baru di buka..

Tiap 5 hari sekali tes swab bagi pasien dlm ruangan.

Badai Susulan

Informasi diteruskan melalui Puskesmas menghubungi istri saya agar di Swab.
Hari Sabtu pkl 21.00 Wib positif hari Seninnya istri dan anak anak saya di Swab di Puskesmas hasilnya satu Minggu dinyatakan POSITIF.

maka hari selasa istri dan dua orang anak saya rencana dikarantina. Agar tidak heboh keluarga naik grab ke Puskesmas lalu puskesmas bersama ambulance dibawa ke ASRAMA HAJI untuk di karantina.

Kampung kami RT 05 RW III kel. Simomulyo mencekam. Dan saat itu juga hari Senin, 5 Oktober 2020 Jl. Simorejo Timur gg XI tempat tinggal saya, bersama RT, RW, P. Lurah dgn aparat Polisi dan TNI menutup Akses jalan masuk

Perlakuan warga terhadap keluarga di rumah sangat baik. Satu minggu menjelang dikarsntina nunggu hasil swab rumaj di semprot, di datang P. Lurah dan RT. PKK sbg dukungan warga memberikan bantuan beras 25 Kg, telur, lauk pauk dan uang Rp.500.000, – lima ratus ribu rupiah.

Sementara menunggu hasil saya di rumah sakit di kirim lewat grab segala permintaan baik berupa makanan dan pakaian kebutuhan selama di rumah sakit.

Selang di karantina keluarga di Asrama Haji hotel bintang 3, tempat tidur, kmr mandi shower TV dan makanan terjamin. Minuman rempah rempah setiap hari diberikan untuk dikonsumsi. Sampai hari ke 3 di Asrama haji tes swab negatip. Keluarga dioerbolehkan pulang.

*Warga Surabaya & Pengusaha UMKM

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here