Testimoni Sang Penyintas Covid (4)

0
267
Ustadz Ahmad Suwandi (Klikmu.co)

KLIKMU.CO

Saat gelar apel relawan penyemprotan disinfektan MCCC Cabang Se-Surabaya pada Ahad, 10 Januari 2021, di antara pesertanya ialah Ustadz Ahmad Suwandi dari PRM Lidah Kulon, Cabang Lakarsantri, Surabaya. Ia ingin membantu aksi kemanusiaan yang dilakukan MCCC sebagai upaya membatasi persebaran korona. Ia dengan penuh semangat membantunya sekaligus menyampaikan testimoninya.

Demikian kata Andi Hariyadi, sekretaris MCCC kota Surabaya, saat berdialog  secara online dengan yang bersangkutan selaku penyintas Covid-19. Ustadz Ahmad Suwandi lantas menuturkan sebagaimana diceritakan ulang oleh Andi Hariyadi berikut ini.

Pada 15 Mei 2020, saya mendapat ujian sakit. Waktu itu berobat ke Rumah Sakit  BDH Surabaya, ternyata saya dinyatakan positif Covid-19 sehingga dikarantina selama 1 bulan. Gejala sakit di antaranya nafsu makan tidak enak, selalu gelisah, sesak napas.

Ketika 1 minggu dikarantina semakin parah, sulit untuk diceritakan karena sangat sakit. Juga tidak  bisa tidur dan setiap hari minum 25 jenis obat harus dimakan. Juga masih ada obat infus dan injeksi, sehingga sampai hari ke-20 mulai reda sakitnya dan mulai bisa makan kentang.

Alhamdulillah, setiap waktu saya selalu berdoa untuk kesembuhan dan saya bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberi kesembuhan bagi saya, juga bersyukur pada istri yang penuh perhatian, keluarga, dan teman-teman seperjuangan di Persyarikatan serta yang seruangan senantiasa menghibur untuk menguatkan imun. Sehingga sampai saatnya saya dinyatakan negatif, kemudian dipulangkan.

Kami berharap semoga semua keluarga teman dan sahabat terhindar dari wabah Covid-19 ,semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua. Imbauan saya, mari semuanya patuhi protokol kesehatan, jaga imun dengan makan makanan yang bergizi, istirahat dan tidur yang cukup, minum air hangat, juga sering pakai minyak kayu putih.

Jangan lupa ciptakan kondisi selalu bahagia dan yang paling penting bersabar ikhlas dan tawakal. Buang semua penyakit hati yang ada pada diri kita. juga kalau kita punya kelebihan harta infaq dan sedekahkan. Istighfar mohon ampun semua kesalahan kita dan selalu berdoa dan ibadah kepada Allah SWT.

Mohon maaf, mungkin ada yang kurang berkenan apa yang saya ceritakan ini. Sekali lagi mohon maaf. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here