The Pharaoh’s Golden Parade: Upaya Mesir Cintai Kebudayaan

0
210
Foto aawsat.com

Diterjemahkan dari bahasa Arab oleh M. Sun’an Miskan *)

Dari Surat Kabar As Syarq Al Aushath, 28 Maret 2021.

KLIKMU.CO

Ini parade besar-besaran dan dahsyat. Mumi-mumi Raja Fir’aun meninggalkan Museum Mesir di Lapangan At Tahrir pada Sabtu, 3 April 2021, menuju Museum Kebudayaan di Fustat.

Sebagai penjelasan, perpindahan mumi-mumi ini adalah bagian dari proyek besar yang digagas oleh Menteri Kebudayaan Faruq Husni. Sejak 1902 mumi-mumi itu diletakkan di Museum Tahrir, di depan lapangan luas pusat kota Kairo dekat tepian Sungai Nil. Museum itu sudah tidak memadai dan tidak modern lagi sehingga mumi-mumi itu tampak seperti dalam gudang tidak menarik.

Itulah kemudian dibuatkan museum khusus yang dinamai Museum Kebudayaan di Fustat di Kota Kairo lama dekat Masjid Amru Ibn ‘As. Fustat adalah ibu kota pertama yang didirikan oleh Gubernur Nabi SAW di Mesir Amru Ibn As tahun 641 Masehi.

Perpindahan atau tepatnya The Pharaoh’s Golden Parade sedianya diadakan pada 2019, tetapi tertunda karena jalan yang mengarah ke museum baru di Fustat belum memadahi. Kemudian disusul dengan adanya pandemi Covid-19.

Jumlah yang dipindah 22 mumi. Terdiri atas Mumi Raja dan 4 Mumi Ratu. Di dalamnya ada Mumi Ramses II yang melawan Musa. Ramses II ini berkuasa selama 67 tahun. Kekuasaannya meluas sampai Syria, Palestina negeri yang maju saat itu di sebelah timur, dan meluas ke barat sampai Libia.

Ia sampai mengaku jadi Tuhan dan Nabi Musa AS dikejar, mau dibunuh, tetapi tatkala Nabi Musa dengan mukjizat tongkatnya mampu membelah Laut Merah. Tatkala Ramses II di tengah dasar laut itu, Allah SWT menghamtamnya dengan gelombang dahsyat. Ketakutan Ramses II, Fir’Aun musuh Musa AS yang luar biasa menghadapi empasan gelombang tampak mayatnya yang terempas kembali ke bumi Mesir, tangan kirinya mendekap dada ketakutan dan tangan kanannya seperti menolak gelombang.

Peristiwa bersejarah ini diabadikan Al Qur’an Surat Yunus 92.  “Maka,  pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.”

Perpindahan atau tepatnya The Pharaoh’s Golden Parade ini akan mengelilingi jalan-jalan di Kairo, dalam bentuk festival (maherjan) kesenian. Di depan barisan pasukan kuda, sepeda motor. Diikuti dengan tembakan salvo, sebagai penghormatan terhadap raja-raja Fir’aun. Turut serta seniman dan seniwati Mesir menuju ke Museum Kebudayaan Fustat yang diterima oleh Presiden Mesir Sisi untuk disemayamkan di tempat yang layak.

Bangsa Mesir sangat berbudaya. Berbagai kebudayaan maju di sekitarnya meninggalkan jejak di sana. Penempatan mumi-mumi di tempat baru khususnya Ramses II, Fir’aun musuh Musa adalah bagian dari melaksanakan firman Allah Yunus 92 di atas, sehingga kita yang akan berkunjung dan mengambil pelajaran peristiwa itu mudah mendapatkannya.

Modal yang dipakai adalah nasihat Buya AR Sutan Mansur, sesudah melihat Mumi Ramses II: Lihatlah dengan mata batin, saya pribadi kasihan melihatnya.

Semoga kita dapat pelajaran, khususnya dalam mewujudkan Museum Muhammadiyah yang sudah dalam tahap penyelesaian. (*)

aawsat.com/node/2885866

*) Ketua PWM Kota Jakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here