Thomas Alva Edison dan Berfikir Positif

0
306

KLIKMU.CO Thomas A Edison pernah memprotes sebuah surat kabar yang memuat judul berita utama: “Setelah 9.955 kali gagal menemukan bola lampu pijar, Edison akhirnya berhasil menemukan lampu yang menyala.”

Ia meminta judul berita itu diganti. Keesokan harinya, atas permintaan Edison, surat kabar itu mengganti berita utamanya menjadi: “Setelah 9.955 kali berhasil menemukan lampu yang gagal menyala, Edison akhirnya berhasil menemukan lampu yang menyala.”

Orang biasa, memahami teks di atas sepertinya tidak ada yang ganjil. Namun bagi orang-orang yang terbiasa dengan hidup positif, akan jeli dalam memilih kata-kata yang terucap. Thomas sadar, bahwa pilihan kata yang tepat akan menjadi sugesti termasuk menjadi inspirasi orang di belakangnya.

Betapa banyak kata-kata “sampah” dan “mubadzir” yang sering terucap pada orang-orang di sekeliling kita, mereka mengabaikannya. Pilihan diksi yang tepat sebagai tanda kualitas seseorang, karena hanya dilakukan oleh mereka yang sadar.
Kata positif atau negatif yang terucap, dicerna dan disimpan dalam alam bawah sadar. Tidak ada yang ditolak. Kalimat apa yang masuk dalam pikiran kita itulah yang akan diproses. Hasil dari proses itu berupa tindakan.

Lihatlah seorang pemimpin yang hebat, amati setiap bait lafalnya, semua kata-kata “mutiara” penuh makna dan selalu bernas. Rakyatnya terhipnotis untuk bertindak. Tidak ada list kata gagal, sulit, bodoh, mundur, diam, kosong. Yang ada adalah kita coba lagi, ayo belajar terus, hebat, berlari kencang, dan sebagainya.

Kita tidak pernah secara sengaja menyakini kekuatan kata-kata negatif, namun tanpa sadar kita berjalan sesuai dengan kata yang kita pilih. Jadilah magnet bagi orang lain, mulailah belajar memilih dan memilah kalimat yang baik dan benar. Banyak orang terpeleset berawal dari ketidakmampuan dalam hal ini. Belajar pengalaman dari orang lain adalah cara mudah.

Dari pekikan Allaahu Akbar, Bung Tomo mampu mengobarkan api perjuangan. Benar kata Rasulullah : “Bila tidak bisa berbicara baik, lebih baik diam”. Beliau sudah mengajarkan cara komunikasi ketika berinteraksi dengan orang lain. Wallaahu alam.

 

Mohamad Su’ud
Sekretaris Majelis Tabligh PDM Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here