Tiga Gerakan IMM untuk Membuat Perubahan di Sosial Masyarakat

0
287

KLIKMU.CO – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Airlangga Surabaya melaksanakan acara Pelantikan Bersama dan Seminar dengan tema “Massifikasi Peran IMM dalam Dakwah Intelektual Kampus dan Dakwah Sosial Masyarakat Berkemajuan” pada Ahad (12/5) di Millenium Building SD Muhammadiyah 4 Surabaya.

Seusai pelantikan, kegiatan berlanjut ke seminar yang dibagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama diisi Achmad Solihin sebagai alumnus IMM UNAIR dan saat ini tengah mengambil studi S-3 di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Kemudian, sesi kedua oleh Dr Sufyanto selaku alumnus IMM UIN Surabaya dan telah menjalani studi S-2 dan S-3 di FISIP Unair.

Dalam sesi seminar pertama, Achmad Solihin memaparkan bahwa zaman sekarang lebih penting menelaah bagaimana Muhammadiyah di era digital ini mampu memberikan perubahan nyata di kehidupan sosial. Untuk membuat perubahan di dunia kampus maupun di luar kampus, ortom Muhammadiyah ini dapat memanfaatkan perkembangan zaman karena kampus seharusnya menjadi mecusuar pendidikan.

“Tiga gerakan untuk memberi perubahan nyata di sosial kemasyarakatan yaitu gerakan filantropi, pemberdayaan masyarakat, dan gerakan literasi digital.” ujar pria yang menamatkan sarjana di FISIP Unair tersebut.

“Kita dapat membuat dan menggerakkan gerakan atau kegiatan sesuai dengan cara pandang kita,” tuturnya.

Dia juga menambahkan, lintas keilmuan harus bersatu untuk menangani masalah-masalah yang ada di dalam kampus maupun luar kampus. Hal ini, kata dia,menjelaskan bahwa kader-kader IMM harus bekerja sama dengan pihak lain serta dapat membuka diri dengan organisasi-organisasi yang lain untuk menjadi IMM yang lebih kuat.

“Tidak hanya berfokus untuk mencari kader yang banyak, tetapi lebih berfokus untuk membuat gerakan-gerakan yang masif untuk membuat perubahan,” tegasnya.

Kepada kader IMM, khususnya di Universitas Airlangga, Achmad Solihin berpesan agar tidak takut untuk berbuat salah dan membuat sesuatu yang berbeda. Misalnya, pendirian komisariat baru Komisariat Buya Hamka untuk Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga yang telah dideklarasikan pada Maret lalu dan membuat gerakan yang masif.

“Lebih baik ingin melakukan sesuatu daripada tidak melakukan sesuatu. Karena tidak melakukan sesuatu merupakan kegagalan hakiki atau kegagalan sejati,”

Sementara itu, Dr Sufyanto menjelaskan bahwa kader IMM harus membuka wawasannya dalam belajar memahami makna Islam. Bukan sekadar melaksanakan kewajiban seperti ibadah salat, puasa, dan ibadah lainnya.

Di samping seminar, acara ini diisi dengan hiburan yang menghadirkan band alumni SMA Muhammadiyah 1 Taman, Sidoarjo, yang sekaligus kader IMM Unair. Ada juga kampung binaan Pimpinan Cabang IMM Surabaya, Angklung Harmony, yang menampilkan beberapa lagu menggunakan alat musik angklung.(Nuri/Nurulita/Achmad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here