Tiga Guru Spensixteen Wakili Kota Surabaya di Acara Assesmen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI)

0
221
Foto Suasana Pembukaan acara Aksi diambil oleh deb*19

KLIKMU.C0- Banyak hal yang perlu dirombak dalam paradigma tentang belajar untuk saat ini. Belajar hendaknya lebih mengarah pada proses berfikir, menggali rasa ingin tahu dan mengasah kompetensi dalam hal critical thinking, creativity, collaboration dan communication.  Apabila ditinjau dari indikator mikro, semisal hasil studi PISA (Programme for International Student Assesment) dan TIMSS (Trends in International Mathematic  and Science Study) posisi siswa Indonesia pada mata pelajaran sains, matematika dan bahasa masih jauh tertinggal dari negara-negara lain di dunia. Hal ini dimungkinkan karena siswa Indonesia kurang terlatih dalam menyelesaikan soal-soal yang menuntut kemampuan berfikir tingkat tinggi (high order thinking).

Program AKSI lahir sebagai solusi untuk mengimbangi keterpurukan tersebut. Sejak tahun 2018 program AKSI dirilis untuk menjembatani minimnya latihan soal-soal yang menuntut penyelesaian dengan berfikir tingkat tinggi. Proram AKSI juga diharapkan mampu mencetak generasi  cerdas sekaligus berkarakter hingga mampu bersaing dengan siswa di negara lain.

Hal ini menjadi salah satu isu strategis yang dibahas dalam giat Bimbingan Teknis Pengembangan Instrumen Penilaian  bagi para guru pengampu mata pelajaran Sains , Matematika dan Bahasa Indonesia yang bertempat di Hotel Grand Daffam Signature, Jl.Kayoon sejak Senin hingga Jum’at (7-11/10) yang di ikuti peserta sebanyak 75 orang guru dari 25 kota atau kabupaten dari 4 provinsi (Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara) dengan total keseluruhan waktu kegiatan 42 jam pelajaran. Khusus kota Surabaya di wakili dari SMP Negeri 16 Surabaya yakni Deborah Taruly Widyaharumi, M.Pd., Siti Ulfah, S.Pd, dan Sularjo, S.Pd.

Dalam acara yang di inisiasi oleh Direktorat Pengembangan Sekolah Menegah Pertama yang berada dibawah naungan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan ini dihadiri langsung oleh Kepala LPMP Jawa Timur Dr. Bambang Agus Setyo, SE, MM, M.Pd , Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Dr. Ikhsan, S.Psi, MM.  serta Direktur Pengembangan Sekolah Menengah Pertama Dr. Poppy Dewi Puspitawati, MA, ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para guru mata pelajaran sains, matematika dan bahasa Indonesia agar lebih terampil dalam mengembangkan instrument penilaian.

Dalam kata sambutannya, Ibu Dr.Poppy Dewi Puspitawati memaparkan

“Apabila kita ingin siswa  terampil berfikir tingkat tinggi dalam menyelesaikan persoalan kehidupan di era globalisasi maka mulailah melatih siswa dengan soal-soal essensial yang setara dengan PISA dan sejenisnya. Soal yang dimaksud adalah soal yang memiliki ciri : benar-benar menunjukkan pemahaman terhadap informasi bukan hanya sekedar mentransfer fakta dari satu konteks ke kontes lain, menekankan pada pemilahan informasi, menemukan keterkaitan antara informasi yang berbeda dan menguji informasi secara kritis. Melalui pemberian soal-soal essensial tersebut diharapkan proses penilaian benar-benar menggambarkan hasil belajar sekaligus memberikan umpan balik bagi kemajuan akademik siswa’,pungkasnya penuh semangat

Sebagai penutup, Ibu Dr Poppy Dewi menambahkan akan pentingnya menanamkan karakter pada diri siswa. Intelektualitas yang diimbangi dengan karakter akan menghasilkan pribadi yang cerdas, rasional, inovatif, dan optimal dalam ranah kognitif, fisik, sosial emosi dan spiritual. (deb*19/Den Peyi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here