Tiga Hal yang Disesali Sahabat Jelang Dirinya Wafat

0
3125
Foto: Reyno Panjalu

KLIKMU.CO – Bulan April pekan kedua ini bertepatan dengan bulan Syakban. Dalam sebuah riwayat, ada kisah tentang sahabat yang bernama Sya’ban. Kisah itulah yang diceritakan Ustaz Mizan Lazim SAg kepada sejumlah siswa SMP Muhammadiyah 11 Surabaya pada Sabtu pagi (13/4). Cerita itu disampaikan dalam pengajian silaturahmi yang rutin diadakan dua bulan sekali di rumah wali murid.

Pengajian kali ini berlokasi di rumah orang tua Maulana Rizal (kelas 8A) di Simorejosari A Gang 6 Nomor 15A. Pukul 09.00 ceramah pun dimulai. Ustaz Mizan menceritakan kisah Sya’ban yang senantiasa hadir di masjid dan iktikaf di pojok depan masjid. “Suatu hari Sya’ban tampak tidak hadir salat subuh. Salat pun ditunda untuk menanti kehadirannya. Setelah lama tidak hadir, akhirnya salat dimulai tanpa Sya’ban,” lanjutnya.

Setelah salat, Rasulullah saw dan para jemaah menuju ke rumah Sya’ban. Ternyata, jarak antara masjid dan rumah Sya’ban sangatlah jauh, kira-kira tiga jam perjalanan. “Ketika sampai, mereka bertemu dengan istri Sya’ban. Dia mengatakan bahwa suaminya telah meninggal,” jelasnya.

Bukan hanya itu yang diucapkan oleh istri Sya’ban. Sesaat sebelum meninggal, Sya’ban bertanya tentang sesuatu yang tidak jelas. Sya’ban menanyakan tiga hal, yaitu mengapa tidak lebih jauh, mengapa tidak yang baik, dan mengapa tidak semua.

Rasulullah pun menjelaskan bahwa sebelum sakaratul maut, Sya’ban ditunjukkan oleh Allah tentang ganjaran amalnya selama hidup. Amal yang ditunjukkan adalah saat Sya’ban berjalan jauh menuju masjid, memberikan jaket seadanya kepada orang yang kedinginan di tengah jalan, serta memberikan roti dan susu setengah bagian.

Sya’ban merasa menyesal karena jarak antara rumah dan masjid kurang jauh, memberikan baju yang kurang baik kepada orang, serta tidak memberikan semua roti dan susu yang dimiliki.

“Saya berpesan kepada kalian untuk melakukan salat tepat waktu dan karena perintah Allah, bukan karena takut kepada orang tua. Salatlah tanpa disuruh orang tua, ” ujarnya ketika ceramah berakhir. (Fikri/Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here