Tiga Jalan Menuju Islam Damai

0
112
Founder Peace Generation Indonesia Irfan Amalee dalam acara Syiar Ramadhan in Campus 1442 H. (Wildan/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Dalam rangka memeriahkan bulan suci Ramadhan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar Syiar Ramadhan in Campus 1442 H, Selasa (27/4/2021). Acara ini dilaksanakan secara luring di Dome UMM dan daring melalui kanal YouTube UMM.

Salah satu rangkaian dalam Syiar Ramadhan tahun ini adalah kajian tematik berjudul Muhammadiyah dan Perdamaian yang disampaikan oleh Irfan Amalee. Ia merupakan founder dari Peace Generation Indonesia.

Irfan, sapaan akrabnya, menjelaskan kaitan Muhammadiyah dengan perdamaian melalui kuis yang diberikan pada awal materi. Melalui berbagai pertanyaan tersebut, Irfan menuturkan bahwa sejak dulu Muhammadiyah telah aktif dalam misi perdamaian. Misalnya, pada tahun 2003 yang mana mereka mengirim dan membagi tim ke Indonesia Timur dan Barat untuk melerai konflik.

“Muhammadiyah juga kerap mengundang berbagai tokoh yang berseberangan untuk memberikan pandangan baru. Mengutip perkataan Ahmad Dahlan, tokoh yang tidak percaya Tuhan saja sangat menjunjung tinggi kemanusiaan, apalagi kita sebagai muslim seharusnya bisa lebih dari mereka,” katanya.

Irfan bercerita bahwa paham perdamaian telah diserukan oleh Islam sejak dulu kala. Saat Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, ia menyampaikan tiga perintah utama. Dimulai dari perdamaian, kepedulian, dan silaturahmi. Hal ini pula yang dilakukan Kiai Ahmad Dahlan dalam menyebarkan Islam di Indonesia. Menurutnya, peace dan justice harus berjalan beriringan dan bersama.

“Ada tiga jalan untuk menuju perdamaian tersebut. Pertama, kita harus berdamai dengan diri kita sendiri. Kedua, kita harus memiliki cara pandang yang benar kepada orang lain. Terakhir, kita harus belajar dan menguasai skill of conflict,” ujar Irfan.

Ia memastikan bahwa inti dari jalan menuju perdamaian adalah membangun empati dan pikiran kreatif. Jika individu tidak memiliki hal tersebut, maka akan mudah terprovokasi dan memicu konflik. Karena hal tersebut, Irfan memberikan tips dalam mengasah empati dan creative thinking.

“Ada tiga kiat yang bisa diterapkan untuk mengasah empati dan creative thingking kita. Pertama adalah bertanya sebelum menghakimi. Kedua adalah aktif untuk mendengarkan pendapat orang lain. Terakhir, mau melihat sesuatu dari perspektif yang berbeda,” pungkasnya. (Wildan/RF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here