Tiga Model Pembelajaran Menyenangkan Menurut Instruktur Nasional Bopoh Sis

0
462
Instruktur nasional Bopoh Sis saat memberikan pelatihan di SMP Muhammadiyah 15

KLIKMU.CO – SMP Muhammadiyah 15 (Spemlibels), Jalan Platuk 104 Kenjeran, Surabaya, melaksanakan kegiatan motivasi dan workshop metode pembelajaran kontekstual di ruang kelas 9 SMP Muhammadiyah 15 Kenjeran Surabaya, Senin-Selasa (7-8/10/2019). Workshop dan motivasi bagi tim pengajar di Spemlibels ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SMP Muhammadiyah 15 Surabaya.

Kepala SMP Muhammadiyah 15 Kenjeran Surabaya Banjar MPdI menyampaikan, menjadi guru sekarang harus selalu update dalam ilmu pengetahuan dan metode-metode pembelajaran.

“Dengan metode itu anak-anak bisa menjadi lebih bisa menerima ilmu yang disampaikan oleh setiap guru,” katanya

Menurut dia, pendidikan sekarang jauh berbeda dengan zaman dahulu. “Maka dari itu, guru harus bisa menjadi pemetik untuk menyalakan semangat bagi anak didiknya,” ujarnya.

Motivasi dan workshop model pembelajaran ini mengundang instruktur nasional Siswanto yang dikenal dengan Bopoh Sis.

Di hadapan peserta guru Spemlibels, Bopoh Sis memberikan materi tentang beberapa kesalahan guru dalam mengajar. Dia juga memberikan dan mempratikkan cara belajar yang menyenangkan di kelas, sehingga anak-anak tidak jenuh dalam proses pembelajaran.

Bopoh Sis menyampaikan, ada banyak model pembelajaran yang bisa diterapkan di dalam kelas. “Pada kesempatan ini saya hanya menyampaikan sedikit dari model-model yang ada. Lebih lengkapnya semua guru nanti bisa membaca sendiri di materi yang saya kasih,” tuturnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan model-model pembelajaran. Pertama, cooperative script atau skrip kooperatif. “Dalam hal ini siswa bekerja secara berpasangan dan bergantian secara lisan, mengikhtisar bagian-bagian materi yang dipelajari,” katanya.

Kedua, sambung dia, student teams-achievement division atau tim siswa kelompok prestasi. “Membentuk kelompok yang anggotanya kurang lebih empat orang, guru memberikan pertanyaan atau kuis dan siswa menjawab pertanyaan kuis dengan tidak saling membantu,” paparnya.

Ketiga, mind mapping. “Hal ini sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban,” imbuhnya.

Menurut Bopoh Sis, langkahnya ialah guru membuat konsep atau permasalahan yang akan ditanggapi siswa, membentuk kelompok dengan anggota 2-3 orang, mendiskusikan dan mencatat alternatif jawaban.

“Setiap kelompok membacakan hasil diskusinya, guru mencatat dan mengelompokkan alternatif jawaban di papan tulis sesuai rancangan guru. Siswa diminta membuat simpulan berdasarkan data di papan tulis atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru,” tukasnya. (Eko/Habibie/Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here