Tiga Senjata Utama Pemuda Muslim

0
233
Ustadz Habibullah Al Irsyad mengisi materi di hadapan para santri Panti Asuhan Muhammadiyah Kenjeran. (Mingat/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – “Sebagai generasi penerus bangsa, sebagai generasi muda penerus persyarikatan Muhammadiyah, ke depan kita semua harus memiliki kekuatan iman spritual tingkat tinggi dan memiliki penghasilan Rp 100 juta sebulan.”

Demikian disampaikan Ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya Ustadz Habibullah Al Irsyad SThI MPdI dalam kegiatan dakwah spiritual pembinaan mental Lembaga Dakwah Khusus Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya, Ahad (21/2/2021). Acara berlangsung di Panti Asuhan Muhammadiyah Kenjeran, Jalan Tambak Wedi Baru No 77 Kenjeran.

Habibullah mengatakan, tantangan generasi muda ke depan sangat kompleks. Karena itu, mereka harus siap-siap menghadapi tantangan tersebut.

Tantangan itu, kata dia, tidak hanya datang dari yang bisa dilihat oleh mata kita. tetapi juga datang dari yang tidak tampak secara langsung. “Tantangan dunia nyata beda dengan dunia maya dalam menghadapinya. Dunia nyata begitu mudah kita atasi, tetapi dunia maya begitu susah. Butuh kekuatan mental yang tangguh untuk mengatasinya,” katanya.

Karena itu, lanjut dia, generasi muda muslim harus menguasai dan memiliki tiga senjata dalam mengemban amanah yang berat ini. Senjata pertama, generasi muda muslim harus memiliki ilmu.

“Kita semua harus bersiap-siap dalam menerima dan mempelajari ilmu-ilmu yang disampaikan oleh orang-orang yang berilmu. Baik yang dari sekolah, pondok, ataupun dari yang lain,” ujar pria yang juga menjadi wakil ketua PDPM Kota Surabaya itu.

Menurut dia, semua ilmu mesti dipelajari. Baik ilmu umum maupun ilmu agama. Ilmu agama yang perlu diperdalam adalah Al-Qur’an, al hadits, akhlak, akidah, dan lainnya. “Kita juga harus menguasai ilmu umum seperti ilmu matematika, sains dan teknologi, biologi, ataupun jenis-jenis ilmu yang lain,” paparnya.

Yang kedua, generasi muda muslim harus mampu berdakwah. Dengan ilmu yang dimiliki, generasi muda mampu berdakwah untuk diri, keluarga, dan orang-orang lainnya. Dakwahnya bisa dilakukan secara offline ataupun online.

Sekretaris majalah Lazismu itu lantas menjelaskan senjata ketiga atau terakhir. Yakni, generasi muda harus memiliki ekonomi yang kuat. “Setelah menguasai ilmu, bisa berdakwah, kita harus memiliki ekonomi yang kuat. Bisa berasal dari aset yang sudah dibangun melalui bisnis yang dimiliki seperti toko, memiliki rumah kontrakan, rumah kos-kosan, properti, atau penghasilan dari guru, dosen, ataupun yang lain,”  katanya. (Mingat/Habibie/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here