Tim UHAMKA Jakarta Timba Ilmu ke Mudipat

0
59
M. Syaikhul Islam (tengah) berfoto bersama tim FKIP UHAMKA. (Mul/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Tim FKIP Universitas Muhammadiyah Prof Dr HAMKA (UHAMKA) Jakarta melakukan studi banding ke SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat), Rabu (7/4/2021). Tim UHAMKA berjumlah 7 orang dengan dipimpin Dr Gufron Amirullah MPd, direktur SDM Sekolah Lab UHAMKA.

UHAMKA memang memiliki dan mengelola beberapa sekolah di Jakarta dan sekitarnya. Rombongan studi banding ini terdiri atas kepala-kepala sekolah yang dikelola UHAMKA.

Tim UHAMKA mendapat sambutan hangat. Rombongan itu diterima langsung oleh Kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) M. Syaikhul Islam MHI.

Mereka diajak berwiyata mandala dari ruangan satu ke ruangan yang lain di Mudipat. Selanjutnya, sang tamu dibawa naik ke Garden By The Sky (GTS) dan Literacy Corner (Licor) di lantai 5 gedung belajar. Lalu, rombongan dijamu di meeting room lantai 3 Gedung The Millennium Building (TMB) sambil berdiskusi hangat membincang konsep dan manajemen keunggulan sekolah.

Dalam diskusi tersebut, rombongan itu disambut secara langsung oleh Kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) M. Syaikhul Islam MHI.

“Tadi ustadz menanyakan bagaimana kiat membesarkan sekolah ya. Kita berangkat dari leadership yang kuat, lalu manajerial yang baik. Di sekolah ini kami formasi lengkap. Ada kepala, wakil kepala, kadep, staf departemen, direktur program, dan yang lain sampai detail. Kami berusaha mengurus semuanya dengan cara-cara terbaik. Sangat serius,” terang Ustadz Syaikhul.

Menurutnya, esensi dari perubahan bukanlah tentang manajer, metode, struktur, atau bangunan. Tapi adalah pikiran dan perilaku. “Esensinya ada pada aspek terbukanya pola pikir dan mau mengubah perilaku, bukan siapa kepala sekolahnya, bukan seberapa megah gedungnya. Itulah esensi perubahan terbaik,” tegas Syaikhul.

Selain itu, ada hal prinsip yang dilakukan sekolah guna menuju sekolah berkeunggulan. Pertama, menyamakan persepsi bahwa kita pegawai swasta maka kita akan bahu-membahu menguatkan visi-misi sekolah.

“Kedua, selalu upgrade program sekolah karena zaman selalu berkembang. Maka, kami terbaru bekerja sama dengan Al-Irsyad Singapura. Kami mendirikan program baru namanya Cambridge International Program (CIP). Ini sangat diminati saat ini,” lanjut wakil ketua PW Pemuda Muhammadiyah Jatim itu.

Ketiga, dalam menjalankan program-program sekolah, pihaknya menerapkan prinsip kolektif kolegial di semua lini. Bagi Syaikhul, sekolah adalah ladang bekerja dan ibadah sehingga untuk menyukseskan program harus dikerjakan bersama-sama.

“Keempat adalah aksi nyata. Soliditas tim sangat penting. Ditambah bekerja bersama secara nyata. Termasuk guyub saling menopang antara pegawai yang satu dengan yang lain. Kita kerjakan bersama dan berbagi tugas. Dibagi dengan cermat. Kami membangun metode guyub dengan olahraga bersama. Yang suka badminton difasiltasi, yang ibu-ibu ada senam aerobik, ada yang suka gowes, kami bersama-sama,” kata pria yang asli Bojonegoro itu. (Mul/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here