Tour Ramadhan Pemuda Membumikan Muhammadiyah Berkemajuan di Pulau Garam

0
90
Tour Ramadhan: Suasana pembukaan safari ramadhan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur di pulau garam. (Foto:Spesial)

KLIKMU.CO – Tour Ramadhan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Timur (Jatim) sejatinya ingin menyerap aspirisasi arus bawah. Melihat seberapa jauh geliat dakwah para mujahid Pemuda-pemuda Muhammadiyah di tingkat Daerah.

Berikut catatan jurnalis KLIKMU.CO Abdul Kholiq, S.Si juga Wakil Sekretaris PWPM Jatim, ketika bersafari Ramadhan di Tanah Garam, Madura.

Menjelang berbuka puasa, Sabtu (9/6) pukul 16.00 WIB itu sekitar 40 orang yang tergabung di pemuda Muhammadiyah Madura berkumpul di rumah makan Oleh Olang, Bangkalan, Madura.

Mereka menyibak pemaparan dari narasumber yang hadir saat itu dari (pengurus) Pemuda Wilayah. Bertemakan ‘Membumikan Islam Sebagai Agama Rahmatanlilalamin’ merupakan bentuk inisiasi bagaimana menggerakkan dakwah persyarikatan Muhammadiyah di Tanah Garam itu menjadi tanwir (pencerahan), pemberdayaan dan pemajuan kehidupan.

Muhammad Syaikhul Islam, S.HI.,M.HI Bendahara PWPM Jatim mengungkapkan, hendaknya Islam menjadi pandangan hidup.

Ia berpandangan, dengan beragama Islam, maka setiap muslim memiliki dasar landasan hidup tauhid kepada Allah, fungsi/peran dalam kehidupan berupa ibadah dan menajalankan kekhalifahan.

Sementara itu Ferry Yudi AS salah satu penulis buku Pergulatan Kaum Muda Muhammadiyah menyampaikan

“Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah, sejak kelahirannya dakwah merupakan komitmen Muhammadiyah. Dalam konteks itu, Pemuda Muhammadiyah berada di dalamnya juga memegang kuat bahwa arah gerakannya adalah Dakwah jangan bercokol di ortom pemuda saja, berdiaspora di semua majelis dan lembaga lebih komunitas lintas organisasi agar bisa lebih dinamis dan berkembang,” ujar Fery Yudi Antonis, M.Pd.I Wakil Sekretaris PWPM Jatim.

Karena itu, dakwah Islam harus benar-benar membumi dalam kenyataan hidup.

“Dalam konteks inilah dakwah Islam haruslah merupakan proses transformasi ajaran ke dalam kenyataan hidup bagi kehidupan semesta,” tambah Moufty Assidqi, S.HI Wakil Ketua yang juga menyinggung bahwa Pemuda Muhammadiyah di Madura hendaknya menjadi pembeda.

Maka kemudian dakwah jangan ditarik ke dalam ranah sempit dan reduksi, yang dapat mengerdilkan perwujudan Islam dalam kehidupan.

“Disinilah pentingnya transformasi dakwah untuk melakukan pembaharuan dan pemahaman dan strategi baik secara maknawi atau Fungsi,” kata Nadjih Prasetya, S.HI disela acara.

Sementara itu, Mukhlasin, M. Pd. Wakil Ketua mengatakan, masyarakat Islam yang sebenarnya-benarnya yang menjadi tujuan gerakan merupakan wujud aktualisasi ajaran Islam dalam struktur kolektif manusia yang memiliki corak masyarakat tengahan (Ummatan Wasathan).

“Saya berharap safari Ramadhan ini menjadi dakwah pemuda secara integral dan kedepannya ada semangat baru yang bisa diambil,” pungkas Fendy Pradana Wakil Sekretaris Bidang Dakwah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here