Trainer Ummi Foundation Surabaya Ini Turut Jadi Penguji Pra-Munaqasyah Siswa MIMLoe

0
260
Ustadz Qomar saat menguji siswa dalam pra-munaqasyah. (Zuly/Klikmu.co)

 

KLIKMU.CO – MI Muhammadiyah 10 “Madrasah Penghafal Al-Qur’an” Rejosopinggir, Tembelang, Jombang, menyelenggarakan Pra-Munaqasyah Tartil, tahfidz juz 30 dan tahfidz juz 1 metode ummi, Sabtu (15/2/2020).

“Pra-munaqasyah ini merupakan tahapan yang harus dilalui anak-anak sebelum melaksanakan munaqasyah. Tujuan pra-munaqasyah itu sendiri adalah untuk bahan evaluasi dan melatih mental anak-anak sebelum di-munaqasyah dan diuji publik.” ujar Ustadzah Rizki, koordinator Al-Qur’an.

Rizki menambahkan, meskipun hanya pra-munaqasyah, wajah tegang pun terlihat jelas dari mimik anak-anak. Ada tujuh penguji pada waktu itu. “Enam dari penguji itu dari ustadzah MI Muhammadiyah 10 (MIMLoe) dan yang satu dari trainer Ummi Foundation Surabaya Ustadz Qomarul Huda,” jelasnya.

Perinciannya, Ustadz Qomar menguji di fashahah tartil, Ustadzah Zuly menguji di gharib, Ustadzah Aini menguji di tajwid, Ustadzah Linda menguji di tahfidz 1, Ustadzah Nur menguji di tahfidz 2, Ustadzah Ismi menguji di tahfidz juz 30, dan Ustadzah Rizki menguji di tahfidz juz 1.

Zuly sebagai PKM keislaman menambahkan, ada 34 anak di pra-munaqasyah hari itu dengan tiga kategori, yakni kategori tartil, tahfidz juz 30, dan tahfidz juz 1 dari kelas 2 sampai dengan 6.

“Alhamdulillah, dari kelas 2 sudah ada yang ikut pra-munaqasyah. Ini adalah munaqasyah yang kedua. Tahun kemarin kita me-munaqasyah 17 anak dengan kategori tartil saja, dan alhamdulillah tahun kedua ini bisa naik 100% menjadi 34 anak dengan 3 kategori, munaqasyah tartil, tahfidz juz 30 dan tahfidz juz 1,” paparnya.

MI Muhammadiyah 10 adalah Madrasah Penghafal Al-Qur’an dengan target lulus dari MI Muhammadiyah 10 (MIMLoe) anak-anak sudah hafal minimal tiga juz. “Dan alhamdulillah tahun ini dari kelas 3 sudah ada yang hafal dua juz. Harapan saya, tahun depan yang di-munaqasyah harus lebih banyak jumlahnya dan kategorinya. Kalau sekarang anak kelas 2 sudah ada yang di-munaqasyah, tahun depan anak kelas 1 juga harus sudah ada yang di-munaqasyah,” ujar Zuly.

Najma, peserta pra-munaqasyah tahfidz juz 30 dari kelas 2, mengatakan, dirinya merasa senang bisa hafalan banyak dengan berpindah-pindah tempat dari Ustadzah Nur ke Ustadzah Ismi. Peserta pra-munaqasyah paling kecil itu terlihat antusias dan tidak ada beban dan menikmati prosesnya.

“Tolong anak-anak tartil ini selama satu minggu full di-dril tartilnya dan lebih intensif lagi dalam memberikan tambahan jam untuk mengaji agar ketika munaqasyah hasilnya lebih baik dari hari ini. Begitu juga yang tahfidz juz 1 dan juz 30 perbanyak muraja’ah-nya agar lebih kuat dan lancar hafalannya,” pesan Ustadz Qomar. (Zuly Ahsan/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here