Trik Sekolah Akhlak dalam Menempa Peserta Didik

0
206
Morning Smile: Guru Sekolah Akhlak memeriksa buku monitoring peserta didik setiap pagi (foto: Imsap)

KLIKMU.CO – Berbagai cara dilakukan sekolah untuk menanamkan akhlak kepada anak didiknya. Seperti halnya yang dilakukan SMP Muhammadiyah 9 Surabaya atau tang dikenal sebagai sekolah Akhlak. Sekolah yang mengusung visi “Unggul dalam Akhlak, Ibadah, Prestasi, Terampil dan Mandiri” tersebut memilih memantau aktivitas para siswanya dengan memberikan buku monitoring ibadah siswa.

Dalam keterangan yang diberikan kepada KLIKMU.CO, pada jum’at ( 5/10) sekolah yang beralamat di Jalan Jojoran 1 Surabaya itu menekankan para siswanya untuk mengisi buku monitoring. Di dalam buku itu terdapat kolom-kolom yang harus ditandatangani wali murid jika anaknya sudah melakukan berbagai kegiatan ibadah di rumah.

Kegiatan tersebut berupa sholat wajib, shalat sunnah, membaca Alquran dan murajaah. Selain itu, dalam buku tersebut juga terdapat kolom yang digunakan peserta didik untuk menulis isi khutbah setiap hari Jumat.

Setiap pagi, mulai pukul 06.00, baik kepala sekolah, wakil kepala sekolah, staf dan guru piket sudah siap menyambut para peserta didik di gerbang sekolah. Mereka memeriksa buku monitoring setiap peserta didik. Peserta didik yang tidak membawa buku monitoring akan mendapatkan konsekwensi, begitu juga peserta didik yang dalam buku monitoringnya tercatat tidak melaksanakan shalat wajib maupun membaca Alquran.

Konsekwensi yang diberikan bermacam-macam mulai dari membaca atau menghafal Alquran dengan berdiri hingga praktik sholat secara jahr di lapangan.

Imam Sapari, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 9 mengatakan kegiatan itu dimaksudkan untuk memantau ibadah para siswa di luar sekolah.

“Tujuan utama dibuatnya buku monitoring ini untuk memantau perkembangan ibadah anak-anak di rumah, sehingga orang tua maupun sekolah dapat mengetahui lebih intens lagi ibadah anak-anak di rumah. Harapannya Intensitas ibadah anak-anak lebih meningkat dan anak lebih terpacu untuk beribadah lebih maksimal lagi,” katanya.

Ia menambahkan, dengan program itu secara tidak langsung juga menggerakkan para orangtua untuk pro-aktif terhadap anak mereka.

“Hal ini juga menjadikan orang tua ikut bertanggung jawab terhadap implementasi ibadah anak di rumah,” katanya.(laily/frd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here