Tujuh Niat yang Harus Dimiliki Seorang Guru

0
6230
Akbar Zainudin MM menjadi pemateri dalam pembinaan Bertajuk Recharging Guru & Karyawan AUM PCM Krembangan.

KLIKMU.CO – Untuk meningkatkan kinerja pendidik Muhammadiyah di wilayah Krembangan, PCM Krembangan mengadakan pembinaan. Pembinaan tersebut berlangsung pada Sabtu (14/9) di SD Muhammadiyah 11 Surabaya. Bertajuk Recharging Guru & Karyawan AUM PCM Krembangan, tema dalam pembinaan itu adalah Menjadi Pendidik dengan Kinerja Optimal.

Akbar Zainudin MM menjadi pemateri pada kesempatan itu. Motivator kelahiran 7 Februari 1973 tersebut menyatakan bahwa menjadi pendidik harus mampu menghibur, mendidik, dan memberikan ilmu secara benar.

Selanjutnya, penghobi mengajar dan menulis tersebut memaparkan empat ruhul mudarris. “Jiwa seorang guru lebih penting daripada guru itu sendiri,” ujar penulis buku Man Jadda Wajada itu. Empat ruhul mudarris yang dimaksud adalah niat mengajar, sikap mental, panggilan jiwa, dan komitmen.

Ada tujuh niat yang hendaknya ada dalam diri guru. Niat tersebut adalah untuk belajar, menebar kebaikan, memberi inspirasi, menasihati, mengembangkan diri, memberi, dan ibadah. “Kalau cara mengajarnya sama dari dulu sampai sekarang, guru tersebut tidak pernah belajar. Guru yang berhenti belajar tidak berhak mengajar lagi,” tutur alumnus Pondok Modern Gontor tersebut.

Masih dalam penjelasan yang sama, ustaz yang lahir di Banyumas itu menjelaskan bahwa menjadi guru harus memberi inspirasi, membuat siswa belajar dan berperilaku baik sepanjang waktu. “Ilmu itu hidup dalam pikiran orang yang mendengarkan. Bila orang itu tergerak, akan jadi amal jariyah bagi kita,” imbuhnya.

Setelah itu, lulusan UIN Jakarta Jurusan Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin tersebut menjelaskan sepuluh karakter yang harus dimiliki guru. Karakter itu adalah berpikir positif, disiplin, kerja keras, tanggung jawab, memiliki integritas, pantang menyerah, kreatif, percaya diri, penyayang, dan pembelajar seumur hidup.

Menjelang berakhirnya pembinaan, ustaz berusia 46 tahun itu berpesan supaya para guru selalu bersemangat. “Yang menghambat sukses adalah diri sendiri, bukan lingkungan dan bukan pula orang lain,” tambahnya. Selama pembinaan, para peserta senang karena terdapat beberapa permainan yang menghibur dan filosofis. (Fikri Fachrudin/Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here