Tujuh Poin Penting Hasil Sidang Tanwir Muhammadiyah & Aisyiyah

0
281
Prof Dr Haedar Nashir MSi dan Dr Abdul Mu'ti MEd dalam kolase foto sidang tanwir daring, Ahad (19/7/2020).

KLIKMU.CO – Melalui Siaran Pers tentang Sidang Tanwir 2020, Pimpinan Pusat Muhammadiyah memutuskan tujuh hal. Salah satunya dalam poin dua yang berbunyi: Muktamar Ke-48 Muhammadiyah dan Muktamar Ke-48 Aisyiyah di Surakarta dilaksanakan sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah pada tahun 2022 setelah pelaksanaan ibadah haji.

”Apabila pada tahun 2021 keadaan benar-benar aman dari segi kesehatan dan berbagai aspek lainnya, dapat dibuka kemungkinan pelaksanaan muktamar tahun 2021 dengan mempertimbangkan maslahat-mudarat dan kemudahan pelaksanaannya,” bunyi poin berikutnya.

Dengan ditundanya muktamar hingga diperkirakan Juli 2022 alias dua tahun dari rencana semula Juli 2020, otomatis musyawarah wilayah, musyawarah daerah, musyawarah cabang, sampai dengan musyawarah ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah dengan sendirinya mundur/ditunda. ”Penundaan ditetapkan melalui Surat Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah/Pimpinan Pusat Aisyiyah,” lanjutnya.

”Muktamar Muhammadiyah ditunda hingga Juli 2022 bukan karena takut dengan korona, tetapi untuk kemaslahatan bersama,” kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Dr Abdul Mu’ti dalam sebuah statusnya.

Berikut ketujuh poin lengkap dalam sidang Tanwir Muhammadiyah dan Aisyiyah dengan tema Hadapi Covid-19 dan Dampaknya: Beri Solusi Untuk Negeri yang diselenggarakan pada Ahad 28 Zulkaidah 1441 H/19 Juli 2020 M melalui telekonferensi video itu.

  1. Mengesahkan penundaan Muktamar Muhammadiyah Ke-48 dan Muktamar ‘Aisyiyah ke-48 di Surakarta.
  2. Muktamar Muhammadiyah Ke-48 dan Muktamar ‘Aisyiyah ke-48 di Surakarta dilaksanakan sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah pada tahun 2022 setelah pelaksanaan ibadah haji.
  3. Apabila pada tahun 2021 keadaan benar-benar aman dari segi kesehatan dan berbagai aspek lainnya maka dapat dibuka kemungkinan pelaksanaan Muktamar tahun 2021 dengan mempertimbangkan maslahat-mudarat, dan kemudahan pelaksanaannya.
  4. Segala konsekuensi penundaan pelaksanaan Muktamar yang berkaitan dengan regulasi organisasi tetap sah adanya, termasuk di dalamnya perpanjangan masa jabatan pimpinan dari pusat sampai ranting.
  5. Sesuai dengan kewenangannya Pimpinan Pusat Muhammadiyah menindaklanjuti hasil-hasil Tanwir terkait dengan perubahan waktu pelaksanaan Muktamar dan pelaksanaan Permusyawaratan di bawah Muktamar serta hal-hal lain yang terkait dengan pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah ke 48 dan Muktamar ‘Aisyiyah ke-48.
  6. Musyawarah Wilayah sampai dengan Musyawarah Ranting Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dengan sendirinya mundur/ditunda, penundaan ditetapkan melalui Surat Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah/Pimpinan Pusat’Aisyiyah
  7. Mengamanatkan kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk menanfidzkan dan memimpinkan pelaksanaan Keputusan Tanwir Muhammadiyah tahun 2020 dengan seksama dan sebagaimana mestinya. (achmad san)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here