Tujuh Tantangan Juru Dakwah Muhammadiyah

0
175
Suhadi M. Sahli memberi sambutan di acara silaturahmi KMM Kota Surabaya. (Habibie/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – “Saat ini kita umat Islam dihadapkan pada situasi yang semakin hari semakin tidak menentu. Karena itu, sebagai muballigh Muhammadiyah, kita harus bersiap-siap menghadapi tantangan yang muncul ke depan dan tetap waspada terhadap pergerakan radikal dan teroris.”

Hal itu disampaikan Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya Ustadz Suhadi M Sahli MAg dalam silaturahmi Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya yang berlangsung Senin (15/3/2021) di Masjid Al Muhajirin Jl Jojoran 1/77 Gubeng, Surabaya.

Ustadz Suhadi menyampaikan, muballigh Muhammadiyah kini memiliki tantangan yang berat dalam menjalani visi dan misi Muhammadiyah. Pertama, tantangan di dunia politik.

“Kita dihadapkan pada situasi politik yang tidak menentu, tidak jelas. Oleh karenanya, kita harus tetap berhati-hati dan siap menghadapinya serta berusaha memberikan solusi,” ucapnya.

Kedua, tantangan di bidang ekonomi. Menurut dia, saat ini ekonomi kita dikuasai oleh nonmuslim. “Kalau kita hitung, kekayaan umat Islam yang jumlahnya 200 juta orang masih kalah dengan kekayaan tujuh orang naga tersebut,” jelasnya.

Ketiga, tantangan di bidang sosial-budaya. Kehidupan sosial-budaya yang ada di dunia Islam hampir dikuasai oleh kapitalis dan kroninya.

Keempat, telekomunikasi atau media. “Hampir 90 persen telekomunikasi dikuasai oleh nonmuslim sehingga mereka begitu mudah memasukkan hal yang berbau maksiat dan mereka berusaha untuk melemahkan Islam,” tutur ketua PCM Gubeng itu.

Kelima, trans pemikiran agama. Menurut dia, banyak pemikiran yang muncul di tengah jamaah. Tantangannya, bagaimana jamaah kita tidak terpengaruh oleh arus pemikiran yang ada seperti ISIS, Syiah, dan yang lain.

Keenam, gerakan anti-Islam. “Gerakan anti-Islam saat ini semakin berkembang pesat, lebih-lebih di dunia maya. Berbagai upaya mereka lakukan agar umat Islam jauh dari ajaran Islam,” tambahnya.

Ketujuh, lanjutnya, gerakan neo PKI. “Secara fisik memang tidak tampak, tetapi terus bergerak secara senyap seperti gerakan di bawah tanah. Oleh karena itu, kita juga harus waspada. Inilah tugas dan tantangan para muballigh Muhammadiyah itu,” pungkasnya. (Habibie/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here