Tuntutan Membuka Kembali Kawasan Doly, Ketua Muhammadiyah Surabaya: Lebih Bernuansa Kepentingan Material dan Politis

0
268
KH. Dr. Mahsun, M.Ag Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya.

KLIKMU.CO – Tuntutan untuk membuka kembali kawasan prostitusi Doly oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan Front Pemuda Pekerja Lokalisasi (FPL) dan Komunitas Indepent (Kopi) dengan gugatan Rp 270 miliar ke Pemkot Surabaya, bagi Dr. Mahsun, M.Ag. Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya lebih bernuansa kepentingan material dan lebih berbau politis.

Mahsun menilai bahwa gugatan class action oleh sekelompok orang itu jelas bersifat matrealis tanpa mempertimbangkan dampak jauh ke depan. Anehnya, sambung Mahsun tuntutan tersebut diduga diperkuat dukungan dari oknum anggota DPRD Kota Surabaya. Mereka berdalih bahwa dampak penutupan lokalisasi di kawasan itu menyisahkan problem ekonomi rakyat.

“Nah ini kan konyol, memang memasuki musim politik butuh suara, tapi caranya tidak harus serampangan seperti ini,” tandas pria kelahiran Lamongan ini mengingatkan agar semua fihak berfikir jernih karena ini menyangkut masa depan generasi anak bangsa.

Dia menegaskan jangan menggunakan logika terbalik, menutup Doly adalah kebijakan yang menyangkut upaya penyelamatan generasi muda di kawasan itu agar ke depannya tidak menerima efek penyakit sosial, penyakit moral, dan tentunya hukum agama.

“Penyelamatan generasi muda ke depan dari penyakit sosial, moral, dan agama, jauh lebih mahal harganya,” ujar Kyai Mahsun begitu sapaan akrabnya kepada KLIKMU.CO di Kantor PDM jalan Wuni no 9 Surabaya, Sabtu (1/9).

Meski belum pada tataran sempurna, Mahsun menilai upaya Pemkot Surabaya sudah optimal. Termasuk, membekali skill warga sekitar.

Masalah ekonomi masyarakat yang ditimbulkan penutupan kawasan itu mungkin yang harus dicarikan solusinya,” pungkasnya.

Kyai Mahsun menegaskan, atas nama Muhammadiyah Kota Surabaya menolak segala bentuk upaya pihak-pihak yang akan mengupayakan membuka kembali Dolly sebagai tempat prostitusi yang sebelumnya telah resmi ditutup Pemerintah Kota Surabaya beberapa tahun lalu. (Kholiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here