Ujian Kejujuran

0
65
Ilustrasi diambil dari inilah.com

KLIKMU.CO

Oleh Abdullah Makhrus*)

Hari ini hari ketiga anak sulungku
Mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional
Masih ada gundah yang menggelayut di dada
Berharap ada yang istimewa dari perilakunya saat menghadapinya

Bukan karena takut nilanya jauh dari sempurna
Bukan karena takut ia tak bisa mengerjakannya
Tapi, yang kutakutkan jika ia tergoda
Oleh bisikan setan yang tak bosan merayunya

Yang mengajaknya berbuat curang
Yang menggodanya untuk menghalalkan segala cara
Agar nilainya bisa sempurna
Agar semua bangga akan pencapaiannya

Namun, aku bersyukur ketika ia kutanya hingga hari kedua
Setiap kali berangkat aku pastikan wejanganku untuk berbuat jujur
Setiap pulang kutanyakan padanya akan apa yang ia lakukan selama ujian
Apakah kau nyontek selama ujian?

Lantas ia menjawab
“Nggak lah, gapain nyontek?”

Hatikupun lega mendengarnya
Semoga Allah menjaga istiqamah hatinya
Karena prestasi nilai bukan segalanya
Karena jika curang apalah arti semuanya

Ujian tiga hari ini, bukan sekadar menguji anak didik di sekolah
Ia menguji orangtuanya, apakah ia siap?
Jika sang anak mendapatkan nilai apa adanya
Ia menguji guru-gurunya
Apakah ia siap jika anak didiknya
Memeroleh nilai sesuai kemampuannya

Ujian hari ini sesungguhnya
Menguji keimanan anak-anak kita
Apakah ia beriman pada Allah
Yang menciptakan dan mengawasi tiap gerak perilakunya
Apakah ia beriman pada malaikat yang selalu sigap mencatat setiap amalnya?

Ujian sesungguhnya hari ini adalah
Ujian kejujuran anak-anak kita
Disaat kecurangan dan ketidakadilan dianggap hal yang biasa
Kecurangan dianggap lumrah
Karena tidak dianggap berefek dosa

Bukankah rusaknya negeri ini
Dampak dari ketidakjujuran para oknum pejabatnya
Yang harusnya ia amanah, ia korupsi untuk mendapatkan nikmat sesaatnya
Ia curang terhadap amanahnya
Bisa jadi karena ia curang saat memeroleh jabatannya
Jika dirunut ke belakang, apakah karena ia tak jujur sejak di sekolah dasarnya?
#mikir

Karenanya aku dan istri bersepakat memberi wejangan pada anakku
Sebelum ia menempuh ujian kami pesankan:

Lebih baik engkau mendapatkan nilai bagus dengan cara jujur daripada mendapat nilai jelek dengan cara menyontek

Alhamdulillah, hari ini kau sudah menyelesaikan ujian kejujuran
Semoga Allah menjagamu hingga kau menjadi dewasa

*) Penulis adalah orangtua siswa kelas VI SD Muhammadiyah 1 Pucanganom Sidoarjo

Abdullah Makhrus, Orangtua tinggal di Sidoarjo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here