Ujian Munaqasyah, Siswa MIMLoe Menuju Religious dan Modern Generation

0
182

 

KLIKMU.CO – “Proses baik yang istiqamah tidak akan membohongi sebuah hasil.” Hal ini disampaikan oleh Ustadz Mohamad Ajib SPd, trainer dari Ummi Foundation Surabaya, ketika menjadi penguji pada munaqasyah tartil tahfidz juz 30 dan juz 1 di MI Muhammadiyah 10 Rejosopinggir, Tembelang Jombang “Madrasah Penghafal Al-Qur’an” pada Sabtu (22/2/2020).

Munaqasyah tartil tahfidz juz 30 dan juz 1 metode Ummi ini merupakan munaqasyah yang kedua. Tahun lalu ada 17 anak yang di-munaqasyah dengan satu kategori, yakni munaqasyah tartil. “Dan alhamdulillah, untuk munaqasyah kedua ini MI Muhammadiyah 10 (MIMLoe) dapat me-munaqasyah 34 anak dengan 3 kategori. Dengan perincian 19 anak munaqasyah tartil, 6 anak munaqasyah tahfidz juz 30, dan 9 anak munaqasyah tahfidz juz 1 mulai dari kelas 2 sampai kelas 6,” ujar Ustadzah Rizki, koordinator guru Al-Qur’an.

Wajah tegang pun mulai tampak pada setiap anak yang mau di-munaqasyah pada waktu itu. Ada tiga penguji, yakni Ustadz Ajib yang menguji di fashahah tartil dan tajwid, Ustadzah Munawarah MPdI yang menguji di gharib dan hafalan, serta Ustadzah Rodliyah yang menguji di tahfidz juz 30 dan juz 1.

Sebelum munaqasyah dimulai, Ustadzah Munawarah memberikan motivasi. “Anak-anak tidak perlu takut hari ini karena yang menguji cantik kok dan anggap ini bukan munaqasyah, tapi mengaji biasa. Yang penting nanti mengajinya harus lantang dan percaya diri,” kata Ustadzah Munawarah.

Munaqasyah dimulai pukul 08.00 WIB di ruang kelas 2. Enam anak masuk ruangan untuk diuji,s sedangkan yang lain menunggu di luar. Sambil menunggu, ada yang belajar menghafal, ada yang makan karena belum sarapan,  ada pula yang bolak-balik ke kamar mandi karena tegang.

Dua peserta munaqasyah saat mengikuti ujian Sabtu lalu. (Zuly Ahsan/Klikmu.co)

“Ini adalah munaqasyah pertama saya dan saya merasa tegang, apalagi tidak kenal dengan pengujinya. Akan tetapi, saya harus bisa dan semangat karena untuk bisa sampai ke titik munaqasyah ini bukan sesuatu hal yang mudah. Banyak proses yang harus saya lalui,” ujar Rohid dari kelas 3, salah satu peserta munaqasyah tartil.

“Jadi, saya harus bisa agar orang tua dan ustadzah saya bangga dengan saya,” tuturnya.

Nana, siswa kelas 5,salah satu peserta munaqasyah juz 30, mengatakan bahwa ini juga kali pertama dirinya ikut munaqasyah. Dia merasa bangga menjadi salah satu peserta munaqasyah tahfidz juz 30. “Meskipun juga tegang, tapi saya berusaha untuk tetap tenang,” tandasnya.

Sementara itu, bagi Azam kelas 4, ini munaqasyah keduanya. “Kemarin saya ikut munaqasyah tartil. Tahun ini saya ikut munaqasyah juz 1 dan rasa dag-dig-dug pun masih saya rasakan,” ujarnya.

Principal of MIMLoe Ustadz Annas Fauzi SpdI menuturkan, dirinya yakin anak-anak sudah bekerja keras selama ini. Sampai pada titik munaqasyah, banyak proses yang harus mereka lalui. Banyak waktu, tenaga, dan pikiran yang harus mereka korbankan untuk menghadapi munaqasyah ini.

“Karena sebelum di-munaqasyah, anak-anak diberi jam tambahan mengaji Al-Qur’an dari akhir bulan November sampai Februari. Saya yakin tadi malam juga anak-anak sudah belajar maksimal untuk mempersiapkan hari ini. Jadi, apa pun hasilnya, saya tetap bangga pada anak-anak yang ikut munaqasyah hari ini. Munaqasyah ini bukanlah akhir dari pembelajaran Al-Qur’an, melainkan awal dari proses mencetak generasi emas yang Qur’ani, selalu berprestasi, dan siap berdaya saing di Abad 21. Religious dan modern generation, tuturnya. (Zuly Ahsan/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here