Ujian Praktik Daring Pertama Spemma, Sukses!

0
153
Eillen Elyssia M. (9B) praktik hafalan bacaan salat. (tangkapan layar Khusnun Ni'am/Klikmu.co))

KLIKMU.CO – Pandemi yang tak kunjung usai memaksa pembelajaran dilakukan secara jarak jauh alias daring. Tak terkecuali saat ujian. Hal itulah yang dijalani siswa kelas 9 SMP Muhammadiyah 5 Surabaya (Spemma).

Pada Sabtu (20/2/2021), ujian praktik ibadah yang semestinya dilakukan secara bersama-sama dengan tatap muka kini beralih di rumah masing-masing siswa. Semua ujian praktik yang dilaksanakan Spemma dan jadwal ujian praktik ibadah adalah ujian praktik kali pertama yang dilakukan secara daring.

Para guru menguji siswa dengan beberapa macam ujian, yaitu hafalan doa, praktik tayamum, praktik wudu, bacaan salat wajib, hingga praktik salat Jenazah. Uprak (ujian praktik) yang dilakukan secara daring adalah hafalan doa, praktik tayamum, praktik wudu. Untuk gerakan salat Jenazah, siswa diharuskan mengirimkan video ke penugasan daring melalui aplikasi Teams.

“Semua guru Ismuba (Al Islam, Kemuhammadiyahan, dan bahasa Arab) dilibatkan dalam hal ini. Karena yang dinilai adalah ketepatan gerakan dan kelancaran dalam membaca doanya,” ujar Khusnun Ni’am SPdI, guru Ismuba dan salah satu penguji uprak.

Menurut Khusnun, ujian praktik siswa kelas 9 memang harus dialihkan ke daring. Ini agar siswa tetap dapat mendapatkan nilai sesuai kriteria kelulusan serta capaian selama belajar di Spemma.

Meskipun uprak dilakukan secara daring oleh peserta ujian dan penguji, kaur kurikulum, staf sekolah, dan wali kelas tidak pernah luput untuk menyaksikan kegiatan uprak kelas 9 ini. “Selama uprak dalam pantauan kaur kurikulum dan staf serta masing-masing wali kelas. Ini dilakukan supaya para peserta uprak serius dalam melaksanakan kegiatan uprak melalui daring,” jelasnya.

Adira Nanda A. (9C) sedang mempraktikkan tayamum. (Tangkapan layar oleh Khusnun Ni’am/Klikmu.co)

Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah 5 Surabaya Drs H. Alim MPd berharap, dalam uprak daring kali ini, anak-anak kelas 9 dapat terus mengikuti serangkaian kegiatan meskipun harus dari rumah serta menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya berharap dengan adanya ujian praktik ibadah, seperti salat Jenazah, para siswa mampu menerapkannya ketika ada tetangga atau kerabat yang meninggal dan ikut menyalatinya,” tuturnya. (Mayang/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here