Ujian Tahfidz Qur’an Tematik Tak Hanya Menghafal, tapi Juga Memahami

0
297
Ustadzah Lailatul Fitriyah Azzakiyah, penemu metode TQT, saat me-munaqasyah peserta. (Erfin/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Pandemi menjadi hikmah bagi sebagian orang. Termasuk program Tahfidz Qur’an Tematik (TQT) yang sudah menyelenggarakan puluhan program selama pandemi. Partisipannya bukan hanya dari Malang dan sekitarnya, tapi juga diikuti oleh peserta dari seluruh Indonesia, bahkan luar negeri.

Sabtu siang (6/2/2021) program TQT me-munaqasyah (ujian tahfidz) tiga rombongan belajar, anak, dewasa, dan expert secara daring. Bait Al Hikmah Foundation Malang yang menaungi program TQT memiliki cita-cita besar memiliki pesantren laboratorium Alquran. “Lab itu akan jadi eksperimen tentang segala aspek dalam hidup,” jelas Pradana Boy, pendiri Bait Al-Hikmah Foundation, saat membuka acara secara daring.

Program TQT berbeda dengan program tahfidz pada umumnya. Bukan sekadar menghafal lafaz ayat Al-Qur’an, namun juga mementingkan pemahaman.

“Metode ini mengajak peserta menghafal sesuai tema, seperti kisah nabi, orang-orang saleh pada masa lalu, kejadian alam, sains, dan seterusnya. TQT juga menggunakan pendekatan multipple intelligences dengan menyesuaikan gaya belajar peserta. Tak jarang pengajar memberikan permainan dan nyanyian tentang tema ayat yang dihafal,” terang Ustadzah Lailatul Fitriyah Azzakiyah, penemu metode TQT ini.

Munaqasyah yang diikuti 28 orang ini dihadiri beberapa keluarga dan kerabat peserta serta diuji oleh Ustadzah Lailatul Fitriyah Azzakiyah. Munaqasyah dimulai dengan membaca ayat-ayat yang akan diujikan seperti tema kisah kaum Nabi Nuh, kaum Aad, kaum Tsamud, dan kisah Ibrahim secara beruntun. Kemudian dilanjutkan dengan ujian secara bergantian. Peserta disuguhi beberapa pertanyaan dan diberi waktu 3 menit untuk menjawab pertanyaan.

Nah, ada yang unik dari munaqasyah kali ini. Peserta anak-anak diberi tiga pertanyaan dari orang tua masing-masing. Peserta expert diberi pertanyaan oleh pengajar dengan 10 pertanyaan kilat, sedangkan ibu-ibu diberi pertanyaan dari putra/putri peserta. Lucunya, ibu-ibu tidak tahu siapa yang akan menguji. Ketika dipanggilkan nama penguji dan ternyata anaknya sendiri, gelak tawa dan haru pun pecah jadi satu.

Munaqasyah ini diakhiri dengan nasihat dari perempuan dengan 3 putri dan 1 putra tersebut. Tak sedikit dari peserta yang tersentuh dengan motivasi yang disampaikan dan meneteskan air mata. “Allahummarhamnaa bil qur’aan,” demikian doa yang dipanjatkan agar senantiasa dekat dengan Alquran. (Erfin/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here