UMM dan Pesantren NU Nonton Bareng Film Jejak Langkah Dua Ulama

0
262
Rektor UMM Dr Fauzan MPd saat menyapa santri Pondok Pesantren Nur Ilahi sebelum nonton film Jejak Langkah Dua Ulama. (Candra/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Kepedulian dan kebersamaan tidak pernah mengenal batasan. Mengendarai mobil Bioskop Keliling (Bioling), UMM berangkat menuju Pondok Pesantren Nur Ilahi, Tajinan, Malang, dalam rangka melaksanakan program UMM Berbagi untuk Negeri pada Kamis (21/1/2021). Selain bersilaturahmi, agenda itu bertujuan untuk memberikan inspirasi dan hiburan lewat film yang ditayangkan. Turut hadir rektor UMM Dr Fauzan MPd, ketua umum dan ketua Forum Komunikasi Warga Tionghoa Malang Raya (FKWTMR) Linggarjanto Budi Oetomo, serta Soetjipto Gunawan.

Sesampai di ponpes kalangan NU itu, para santri dan warga pondok pesantren terlihat antusias menyambut mobil Bioling yang datang. Beberapa bersiap diri dan duduk dengan tenang menunggu agenda dimulai. Pada agenda itu pula, mereka disuguhkan film berjudul Jejak Langkah Dua Ulama. Film yang mengisahkan perjuangan hidup pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan dan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari dalam menyebarkan Islam di Nusantara. Film ini juga menyampaikan pesan bahwa selama ini dua organisasi tersebut memiliki ikatan sejarah, persaudaraan, dan kekeluargaan yang erat.

Dalam kesempatan yang sama, KH M. Tamyis Alfaruq, pengasuh Ponpes Nur Ilahi, menyambut dengan sukacita program Berbagi untuk Negeri. Ia mengapresiasi program dan fasilitas yang telah disediakan UMM. Apalagi memberikan hiburan dan motivasi lewat bioskop keliling yang dilaksanakan. “Semoga adik-adik santri dapat mengambil hikmah serta mendapat wawasan dan ilmu lewat kegiatan ini,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor UMM Dr Fauzan MPd juga menyempatkan diri untuk menyapa melalui media virtual. Ia mengungkapkan bahwa program Berbagi untuk Negeri sebenarnya sudah dilaksanakan sejak 2018. Bedanya, tahun ini sasarannya meluas tidak hanya untuk institusi pendidikan, tapi juga masyarakat secara umum.

Fauzan juga memotivasi para santri untuk terus berusaha menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. Tidak hanya fokus pada hubungan dengan Tuhan, tapi juga dengan sesama makhluknya. “Santri harus punya cita-cita besar. Berdoa sekuat tenaga dibarengi ikhtiar yang kuat, insya Allah akan berhasil dunia dan akhirat,” harapnya.

Senada dengan Fauzan, Ketua Umum FKWTMR Linggar menyampaikan bahwa program ini adalah ide yang luar biasa. Menebar kebaikan tanpa melihat latar belakang. “Agenda ini juga menjadi bukti manusia tidak bisa hidup tanpa manusia lain. Maka, sikap toleransi dan saling menerima perbedaan sangatlah diperlukan,” tuturnya. (Candra/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here