UMM & KEK Singhasari Teken Kerja Sama Penguatan Pendidikan Vokasi

0
53
Rektor UMM Dr Fauzan MPd menandatangani nota kesepemahaman (MoU) dengan Direktur Utama PT Inteligensia Grahatama. (Ade/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr Fauzan MPd menandatangani nota kesepemahaman (MoU) dengan Direktur Utama PT Inteligensia Grahatama sebagai pengelola area Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Kabupaten Malang, Sabtu (10/10/2020). Agenda ini dilakukan sekaligus penandatanganan nota kesepemahaman antara KEK Singhasari dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) di Museum Singhasari, Kabupaten Malang. Disaksikan langsung Wikan Sakarinto, Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud.

MoU tersebut memuat sejumlah kesepakatan kerja sama. Keduanya sepakat dalam penyelenggaraan kolaborasi riset dan pengembangan sumber daya; penyelenggaraan kegiatan ilmiah, kajian ilmiah, seminar, dan lokakarya; peningkatan dan pengembangan kompetensi, sumber daya manusia, baik dosen, tenaga kependidikan serta pelaksanaan sertifikasi keahlian; pengembangan kurikulum yang berbasis industri dan berstandar global; pengembangan infrastruktur dan fasilitas perkuliahan, serta; penyaluran tanaga kerja terampil dan kompeten ke dunia usaha.

David Santoso, Direktur Utama PT Inteligensia Grahatama, menjelaskan, selain KEK Singhasari akan menjadi pusat wisatawan di Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru. Konsep Kawasan ini juga akan mengembangkan platform economic digital. “Maka dari itu, Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari diproyeksikan menjadi sinergi antara pengembangan pariwisata dengan ekonomi digital. KEK Singhasari diproyeksikan menarik investasi Rp 11,92 triliun dan diproyeksikan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 6.863 tenaga kerja hingga tahun 2030,” terang David.

“Di wilayah yang juga dijadikan education district ini, diharapkan dapat menghasilkan sumber daya manusia yang unggul yang bisa melayani entah di industri yang ada di KEK Singhasari maupun bisa didiseminasi ke luar. Itu harapan kami. Insya Allah, pendidikan yang unggul akan menjadi senjata dan modal utama KEK pengembangan teknologi ini agar bisa moncer sesuai arahan presiden tentang transformasi digital,” kata David dalam agenda yang juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Dr Ir Wahid Wahyudi MT serta Sjaichul Ghulam selaku Pjs Bupati Kabupaten Malang.

Kerja sama UMM dengan KEK Singhasari juga dalam rangka memperkuat pendidikan vokasi yang dimiliki UMM. Terkaita itu, Rektor UMM dalam penjelasannya mengungkapkan, kerja sama ini dinilainya merupakan langkah strategis untuk memperkuat penyiapan sumber daya manusia terkualifikasi serta andal yang terhubung serta sesuai dengan kebutuhan industri. Hal ini sejalan dengan kebijakan yang dikembangkan Kemendikbud untuk meningkatkan relevansi pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja, dunia usaha serta dunia industri khususnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto menjelaskan, pendidikan vokasi di Indonesia kerap terjebak pada capaian administrasi semata. Padahal, luaran dari pendidikan vokasi itu sendiri adalah produk. “Buat apa akreditasinya A, kalau tidak link and match dengan industri. Sering kali industri mengeluh kepada kami, karena fokus pendidikan vokasi kita masih di kognisi. Selain kecerdasan kognisi, industri itu juga butuh soft skill. Bagaimana agar lulusan pendidikan vokasi punya jiwa kepemimpinan, kuat mental, serta kuat konsep,” tandas Wikan. (Ade/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here