UMM Kembangkan Polysynchronous Learning: Kombinasi Pembelajaran Daring dan Luring

0
116
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Al Islam-Kemuhammadiyahan Prof Dr Syamsul Arifin MSi dalam diskusi terkait polysyncronous learning. (UMM/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengungkapkan bahwa pembelajaran jarak jauh bisa diterapkan permanen setelah pandemi Covid-19 selesai. Berdasarkan penilaian Kemendikbud, kegiatan belajar-mengajar dengan memanfaatkan teknologi akan menjadi hal yang mendasar. Merespons hal itu, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengembangkan model pembelajaran bauran (blended learning) polysynchronous learning.

Tim Gugus Tugas Pengembangan Pembelajaran Bauran UMM Galih Wasis Wicaksono SKom MCs menjelaskan, polysynchronous learning adalah model pembelajaran bauran yang dikembangkan UMM yang menggabungkan konsep student centered learning (SCL) dan personalized learning (PL) dengan pola interaksi polysynchronous learning, sehingga diharapkan lebih efektif dalam penerapan kegiatan belajar-mengajar pada masa dan setelah pandemi Covid-19.

Tim UMM menamai desain pembelajaran ini dengan “Pembelajaran Bauran Siklus Pe5 (Perencanaan, Pemahaman, Pendalaman, Penerapan, & Penilaian)”. Siklus Pe5 ini diterapkan pada setiap pertemuan kegiatan pembelajaran. “Dalam desain pembelajaran siklus Pe5 ini, dosen harus membuat perencanaan terlebih dahulu terkait konten materi, bahan diskusi, bahan penugasan, dan kuis yang akan diberikan,” ungkap Galih di hadapan para instruktur polysynchronous learning.

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Al Islam-Kemuhammadiyahan Prof Dr Syamsul Arifin MSi menyatakan terkait dengan pembelajaran, di masa pandemi Covid-19, UMM mengalihkan kegiatan pembelajaran luar jaringan (luring) ke dalam jaringan (daring). “Pandemi mengakselerasi kita untuk segera beradaptasi dalam penggunaan teknologi pembelajaran. Kita mesti bergegas menyesuaikan diri dalam dunia yang serba-butuh penyesuaian cepat ini,” ungkap Syamsul (7/7).

Berkaca pada pengalaman tersebut, Kampus Putih mencoba menyeriusi model pembelajaran ini dengan yang disebut pembelajaran bauran polysynchronous learning. Yakni, sebuah pengombinasian model pembelajaran antara daring dan luring dan metode pembelajaran. “Sehingga, mahasiswa mendapatkan materi sesuai capaian pembelajaran yang sudah ditetapkan. Jadi, kuliahnya betul-betul serius. UMM sendiri akan memulai perkuliahan pada 7 September 2020,” kata Syamsul.

Bimtek kali ini juga menghadirkan para pakar pembelajaran untuk memberikan perspektif terkait pedagogi yang akan dikuatkan dalam pelaksanaan polysynchronous learning. Pemateri yang hadir ialah dosen Program Studi Pendidikan Profesi Guru UMM Dr Trisakti Handayani MM terkait Konsep dan Kerangka Dasar Pembelajaran Bauran serta dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM Drs Suparto MPd dengan materi Metodologi & Evaluasi Polysynchronous Learning. (Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here