Umsida Raih Prestasi Cemerlang di Shell Eco-Marathon 2018

0
615
Bergengsi: Tim Mobil Hemat Energi Umsida di ajang Shell Eco-Marathon 2018. (Foto: Humas)

KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali menorehkan prestasi internasional. Di ajang Shell Eco-Marathon 2018 yang digelar di Singapura, Rabu-Ahad (7-11/3) lalu, Tim Mobil Hemat Energi dari kampus favorit di Kota Udang ini meraih peringkat ke-8 untuk kategori prototype electric.

Shell Eco-Marathon merupakan even bergengsi antarbangsa yang diikuti oleh negara-negara se-Asia Pasifik yang terdiri atas 132 tim dari 22 negara. Negara-negara peserta hajatan akbar tersebut di antaranya Indonesia, China, Saudi Arabia, Brunei Darussalam, Korea Selatan, Malaysia, Mesir, dan Australia.

Tim yang beranggotakan lima mahasiwa dan satu dosen pembimbing ini berangkat dengan penuh percaya diri lantaran telah memiliki persiapan yang baik.

“Di bawah bimbingan Indah Sulistiyowati, Wahyu Herlambang, Syeh Maulana, Ahmad Ubaidillah, Rossi, dan Farid percaya diri melenggang ke dalam hajatan akbar produsen minyak terbesar di dunia itu,” ujar Dian Rahma Santoso Kasie Humas Umsida kepada KLIKMU.CO, Selasa (13/3) petang.

Perjuangan Tim Umsida, lanjut Dian, tak lepas dari kendala-kendala yang harus ditaklukkan. Di antaranya adalah standard ketat pada tahap scrutineering yang merupakan tahap pengecekan 11 bidang, meliputi berat mobil, breaking system (pengereman), safety (keamanan pengendara), electrical (pelistrikan), driver, bel, dimensi, dan beberapa aspek lainya.

“Tim Umsida harus menghadapi hal-hal yang dianggap sepele namun ternyata penting, seperti kostum driver dan sarung tangan driver yang harus tahan api dan memiliki sertifikat resmi. Namun, dengan kesigapan dan kerjasama yang baik dengan tim Indonesia yang lain, semua kendala tersebut dapat teratasi,” kisahnya.

Desain prototype mobil hemat energi Umsida sangat menarik, terutama dengan sentuhan motif batik yang semakin menjadi magnet mata bagi para pengamat dan pengunjung.

Beberapa media asing sempat menggali lebih dalam tentang filosofi motif batik pada bodi mobil tim Umsida. Bahkan, ada seorang teknisi Shell yang menyampaikan apresiasinya terhadap desain bodi mobil tim Umsida dan sering sekali mampir ke workshop Tim Umsida untuk sekedar berfoto dan bertanya-tanya tentang prototype mobil karya mahasiswa Umsida tersebut.

“Ke depan, tim mobil hemat energi Umsida berharap akan ada sponsor yang membantu pendanaaan penelitian dan pengembangan mobil listrik mereka,” imbuh Dian.

Meski menyabet peringkat yang cukup prestisius, Wahyu sebagai manajer tim belum puas dengan hasil yang dicapai. Pasalnya, ia menargetkan tim asuhnya mampu menduduki runner-up mengingat sebelumnya tim ini telah berhasil menduduki Juara II tingkat Nasional.

Sedangkan, Ubaidillah selaku driver tim bersyukur dengan pencapaian saat ini meskipun masih ada kendala. Mahasiswa Informatika ini berharap tahun depan akan memperoleh hasil yang lebih baik lagi. (Indah/MZF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here