Umumkan Barang Temuanmu kepada Masyarakat

0
103

Oleh: R. Fauzi Fuadi *)

KLIKMU.CO

Kita mungkin pernah menemukan barang orang lain yang tertinggal atau jatuh di jalan, kemudian kita dihadapkan dengan dua pilihan, amankan dengan cara menyerahkan barang tersebut kepada petugas keamanan macam security, atau membiarkanya dalam keadaan tergeletak begitu saja dengan kesadaran bahwa “barang itu memang bukan milik saya.” Namun bagaimana seharusnya tindakan yang sebaiknya kita lakukan dalam menentukan pilihan-pilihan tersebut?.

Berikut adalah penggalan kisah di zaman Rasulullah Saw tetang keputusan yang seharusnya kita ambil terhadap barang orang lain yang hilang atau tertinggal.

Seorang sahabat Rasulullah Saw bernama Ayyub bin Ka’ab pernah menemukan sebuah bungkusan di jalan. Setelah dilihat, ternyata berisi uang sebanyak 100 dinar. Lalu, ia mendatangi Rasulullah dan menceritakan barang yang ditemukannya. Mendengar cerita Ayyub, Rasulullah berkata, “Beritahukan kepada masyarakat!”

Ayyub pun segera melaksanakan titah Rasulullah Saw, ia pun berkeliling Madinah sembari mengumumkan barang yang tak sengaja ia temui, “Siapa yang merasa kehilangan kantong berisi uang 100 dinar ini, bisa mengambilnya sekarang juga!” Ia berteriak sembari memperlihatkan kantong tersebut. Namun, tetap saja tak ada seorang pun yang merasa kehilagan barang atau mengakui barang tersebut.

Kemudian Ayyub datang lagi menghadap Rasulullah, beliau tetap memerintahkan agar memberitahukan temuan itu terhadap masyarakat.

Untuk kali kedua, Ayyub berkeliling kota Madinah dan memberitahukan perihal temuannya kepada masyarakat. Dan kali ini pun tetap saja tak ada seorang pun yang merasa kehilangan barang tersebut. Ia pun mendatangi Rasulullah lagi, beliau berkata, “Peliharalah keutuhan serta jumlah barang itu. Apabila pemilikinya datang, segera berikan barang itu kepadanya. Tapi jika tidak, engaku boleh memanfaatkannya untukmu.”

***

Sahabat lain bernama Zaid bin Khalid al-Juhani r.a menuturkan bahwa Rasulullah Saw pernah ditanya tentang _luqathah_ (barang temuan) berupa emas atau perak. Beliau menjawab, “Kenalilah ikatan dan kantongnya (ciri-cirinya), lalu umumkan selama setahun. Jika tak ada si empunya barang tersebut, maka pergunakan barang itu, tetapi statusnya sebagai barang titipan padamu, dan jika sewaktu-waktu nanti pemiliknya datang mencarinya, maka kembalikanlah kepadanya.”

Lalu ada seorang bertanya kepada Rasulullah tentang unta hilang yang ditemukan. Beliau berkata, “Mengapa kau peduli dengan unta tersebut? Biarkan saja dia, karena unta itu memiliki alas kaki dan kantong air. Dia bisa mendatangi air dan makan daun pepohonan, sampai ditemukan oleh pemiliknya.”

Kemudian ada lagi seorang yang bertanya kepada Rasulullah Saw tentang kambing yang ditemukan. Beliau menjawab, “Kambing tersebut untukmu (jika tidak diketahui siapa pemiliknya setelah diumumkan selama setahun) atau untuk saudaramu yang kehilangan, atau untuk serigala (jika tak kau ambil).”

Di lain kesempatan, Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa yang menyembunyikan barang temuan milik orang lain, maka dia tersesat selama ia tak mengumumkannya.”

Dinukil dari riwayat-riwayat shahih dan mutawatir

*) Jurnalis media daring dan pembina khusus di Ponpes Karangasem Paciran

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here