Umur Ada Batasnya, Tulisan Tidak: Motivasi Kader IMM yang Ingin Jadi Jurnalis

0
189

KLIKMU.CO – “Ketika kita menulis hari ini, maka kita telah membuat sejarah baru hari ini juga.” Demikian motivasi Yanuar Dwi Wahyu Ambara kepada puluhan kader Ikatan Mahasiswa Muhmmadiyah (IMM) Raushan Fikr Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Supremasi Fakultas Hukum (FH) yang mengikuti pelatihan jurnalistik.

Yanuar menjadi pemateri kedua dalam acara yang bertempat di Aula Masjid A.R. Fachruddin lantai 1 UMM tersebut pada Minggu (17/3). Dia menjelaskan teknik-teknik dalam peliputan berita.

Peliputan, menurut dia, merupakan hal mendasar yang perlu dikuasai calon pewarta. Teknik ini membahas bagaimana media bekerja sebelum memutuskan untuk meliput acara, kegiatan, atau peristiwa.

“Jadi, apabila kalian ingin menjadi seorang jurnalis/reporter, maka harus menguasainya,” paparnya.

Setiap media, masih menurut Yanuar, mempunyai kriteria kelayakan berita dan kebijakan redaksi. Kriteria kelayakan berita pada dasarnya bersifat umum. Hampir tak jauh beda media satu dengan media lainnya.

Sementara itu, kebijakan redaksi setiap media berbeda, bergantung visi dan misi atau tujuan media tersebut. “Perbedaan tersebut nantinya akan berpengaruh pada angle atau sudut pandang peliputan,” terang mantan reporter Bestari, koran kampus UMM, tersebut.

Menurut Yanuar, menulis berita maupun opini atau artikel memang gampang-gampah susah. Namun, kalau sudah punya modal, menulis akan menjadi mudah. Berbagai manfaat pun akan didapatkan, antara lain, memperkuat daya ingat, memperluas relasi, menambah penghasilan, melatih untuk berpikir kritis, dan membuat sejarah baru.

“Umur itu ada batasnya, tapi tidak dengan tulisan yang akan tetap hidup meskipun kita sudah mati,” tutur pria kelahiran Lumajang itu.

Di sisi lain, ketua pelaksana Rama Kusnadi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja bidang Media dan Komuniakasi IMM Raushan Fikr. Tujuan kegiatan ini agar kader baru mampu memahami dunia jurnalistik dan mampu menulis di berita cetak maupun daring.

“Para kader yang masih minim akan pengetahuan jurnalistik diharapkan dapat memahami jurnalistik sehingga dapat memulai membuat karya masing-masing,” tandas laki-laki jurusan pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) tersebut.

Menurut Aryandy Bimby Arifatur, salah satu peserta pelatihan itu, banyak manfaa yang didapat dalam kegiatan tersebut. Salah satunya adalah motivasi untuk menulis.

“Ucapan terima kasih diberikan kepada panitia pelaksana kegiatan itu karena dengan adanya kegiatan ini, peserta kegiatan termotivasi untuk menulis. Saya juga berharap kegiatan ini ada lanjutannya, tidak berhenti sampai di sini saja,” ungkapnya. (Jamaluddin/Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here