Unik, Sekolah Ini Songsong USBN dengan Bimbingan Intensif Rileks Ice Breaking

0
156
Foto suasana kegiatan mabit SMA Muhammadiyah 4 Surabaya yang rileks dan menyenangkan diambil oleh mira

KLIKMU.CO -Sekilas memang tampak _semrawut_ . Tapi, ini adalah salah satu cara membentuk atmosfer yang kondusif, kreatif, dan kooperatif dalam pembelajaran.

Menyongsong Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) pekan mendatang, SMA Muhammadiyah 4 (SMAMIV) Surabaya mengadakan bimbingan intensif untuk mata pelajaran yang akan diujikan. Bimbingan ini dilangsungkan sehari penuh Jumat lalu (1/3).

Dalam kegiatan tersebut, siswa mengikuti bimbingan seperti yang dijadwalkan sekolah. Diawali dengan bimbingan belajar (bimbel) mata pelajaran wajib (bahasa Indonesia, matematika, bahasa Inggris), mata pelajaran pilihan (bidang ilmu pengetahuan alam atau sosial), dilanjutkan dengan mata pelajaran agama dan seni, lalu diakhiri dengan mengaji dan doa bersama.

Dalam kelas bimbingan tersebut, siswa diajak untuk bedah Standar Kelulusan (SKL) USBN dan _sharing_ seputar kesulitan yang dihadapi di mata pelajaran tertentu.

“Anak-anak harus dikondisikan sesantai mungkin dalam suasana semenarik mungkin. Kami memiliki gerakan senam-tari yang kami buat sendiri sebagai _ice breaking_ tiap awal mulai pelajaran atau tiap rasa bosan mulai datang,” ujar Mira, guru bahasa Indonesia yang sedang mengisi bimbingan Jumat sore.

Menurut dia, meluangkan waktu lima menit untuk melakukan gerakan ini dapat menumbuhkan rasa bahagia yang memicu semangat dan kesiapan menerima materi.

Setelah menyelesaikan bimbingan yang berdurasi 90 menit di tiap mata pelajaran, siswa diberi kesempatan untuk menemui wali kelasnya. Sambil lesehan, siswa meluapkan uneg-unegnya kepada wali kelas masing-masing.

Hal ini diharapkan menjadi perbincangan _heart-to-heart_ yang memediasi kesulitan yang dihadapi siswa sehingga dapat tersampaikan dengan baik kepada guru untuk dicarikan solusi. Setelah dirasa cukup, siswa digiring ke masjid untuk melakukan doa bersama.

Mengingat ini adalah agenda bimbingan terakhir bagi kelas XII, kegiatan itu juga menjadi momentum yang pas untuk memohon keridaan bapak dan ibu guru demi mendukung kelancaran dan kesuksesan siswa dalam menempuh ujian.

“Kami bersalaman, meminta maaf dan doa restu kepada bapak ibu guru. Kami ingin didoakan agar lancar dalam USBN dan UN nanti,” kata Sinta, salah seorang siswa, sambil menghapus air mata harunya saat bersalaman dengan guru. (Mira/Achmadsan)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here