Ustadz Ali Fauzi: Jangan Mencari Kesempurnaan, tapi Sempurnakan Apa yang Telah Ada

0
199
Ustadz Ali Fauzi memberi tausiyah kepada Karyawan RS PKU Muhammadiyah Surabaya (foto: Habibie).

KLIKMU.CO – “Orang yang selalu membanding-bandingkan kekayaan atau jabatannya dengan kerabat atau teman dekatnya cenderung tidak bahagia dan kerap merasa kecewa.” Demikian kata Sekretaris Kelompok Bimbingan Haji Muhammadiyah (KBIH) Kota Surabaya Ustadz Ali Fauzi SAg MPdI di hadapan jamaah.

Nasihat itu disampaikan dalam pengajian rutin Reboan karyawan RS PKU Muhammadiyah Surabaya di Masjid As Syifa RS PKU Muhammadiyah Surabaya, Jl KH Mas Mansyur 180-182, Pabean Cantian, Surabaya, Rabu (9/10/2019).

Ali Fauzi mengatakan, setiap diri kita yang punya duit ataupun yang tidak punya duit pasti menginginkan hidup bahagia. “Apa buktinya?” tanyanya kepada jamaah.

“Ini buktinya. Kita selalu berdoa rabbanaa aatina fiddun-ya hasanah wafil aakhirati hasanataw waqinaa ‘adza bannaar,” paparnya.

Dia menyampaikan, mungkin enak kalau sudah punya mobil. Tidak kepanasan, tidak kehujanan. “Atau kekuasaan. Sekarang ini kekuasaan menjadi rebutan. Demi kekuasaan rela melakukan berbagai hal meskipun negatif,” terang sekretaris PCM Kenjeran itu.

“Atau, ini ukuran kebahagiaan. Rumah besar ada kolam renangnya, yang punya rumah bagus, yang punya mobil, yang punya kekuasaan, yang punya uang banyak tetapi masuk penjara. Artinya apa, semua ini tidak abadi,” jelasnya.

Selanjutnya, Ali Fauzi meminta untuk memperhatikan tukang becak. Tidur di atas becaknya. Dia bahagia sekali. Menurutnya, bahagia itu sederhana sekali.

“Maka yang perlu kita lakukan mensyukuri segala sesuatu yang kita miliki. Jangan mencari kesempurnaan, tapi sempurnakan apa yang telah ada. Jangan terus menyesal apa yang hilang dan fokuslah apa yang telah kita miliki,” tuturnya.

Ali Fauzi melanjutkan, jika manusia mensucikan Allah, beribadah kepada-Nya, dan menempatkan-Nya sebagai ilah, sementara Anda berada di dalam sebuah gubuk, niscaya Anda akan mendapatkan kebaikan, kebahagiaan, ketenangan, dan rasa damai.

“Namun jika menyimpang, walaupun tinggal di istana yang paling megah, rumah paling luas, dan memiliki semua yang Anda sukai, maka ketahuilah bahwa akhir kehidupan adalah kepahitan dan penderitaan yang sebenarnya,” katanya. (Habibie/Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here