Vaksin Sinovac Tiba di Surabaya, Begini Rencana Distribusinya

0
239
Petugas menurunkan vaksin Covid-19 produksi Sinovac dari truk pengawalan polisi di Surabaya. Senin (4/1/2021). (Foto Juni Kriswanto/AFP)

KLIKMU.CO – Vaksin Covid-19 hasil produksi Sinovac telah tiba di Surabaya, Senin kemarin (4/11/2021). Vaksin tersebut dibawa ke Kantor Dinas Kesehatan Jatim di Jalan Ahmad Yani dengan menggunakan kendaraan pengangkut yang dikawal mobil baracuda milik Polda Jatim.

Sebelumnya, Ahad (3/1/2021), vaksin Covid-19 buatan Sinovac ini didistribusikan ke 34 provinsi di seluruh Indonesia. Pendistribusian tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk dalam rangka menyiapkan sistem rantai dingin hingga akhirnya vaksin diterima di fasilitas kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur dr Herlin Ferliana mengatakan, pihaknya sudah menerima data 193 ribu tenaga kesehatan (nakes) di Jawa Timur yang menjadi prioritas penerima vaksin Covid-19.

“Tadi malam sudah kita lihat terakhir itu ada 193 ribu. Semua SDM yang ada itu mengisi dua. Pertama, data kesehatan pada diri mereka apakah mempunyai komorbid, apakah pernah kena, dan sebagainya. Untuk itu akan menjadi prioritas apakah ini bisa diimunisasi atau tidak,” terangnya usai menerima kedatangan vaksin  di Surabaya, Senin (4/1/2021), dikutip dari Liputan6.com.

Dia menjelaskan, pemberian vaksin Sinovac tahap pertama diprioritaskan untuk sumber daya manusia (SDM) bidang kesehatan yang bekerja di fasilitas kesehatan dan dinas kesehatan.

“Prioritas ini dilakukan karena mereka berisiko tinggi tertular saat menangani orang yang terpapar Covid-19,” ujar Herlin, Senin (4/1/2021).

Dokter Herlin Ferliana berharap pemberian vaksin terhadap SDM kesehatan itu dapat menguatkan pelayanan di rumah sakit supaya petugas kesehatan tidak tertular Covid-19.

Dia melanjutkan, berdasarkan petunjuk teknis yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), ada beberapa prioritas penerima vaksin Sinovac.

Pertama, SDM kesehatan yang bekerja di fasilitas kesehatan dan dinas kesehatan.

”SDM ini mulai sopir, petugas administrasi, hingga tenaga kesehatan,” katanya.

Prioritas kedua adalah penyedia layanan publik. Dokter Herlin menuturkan, skema pembagian nanti melihat jumlah sasaran SDM yang akan diberikan.

“Semua SDM yang ada harus mengisi dua data. Pertama, data riwayat kesehatan seperti komorbid atau pernah terkena, sehingga menjadi prioritas vaksin. Kemudian mengisi data kontak,” ujarnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here