Viral Video Covid Merajalela di India, Begini Kondisinya

0
1256
Tangkapan layar video viral Covid-19 merajalela di India. (Novi Wijayanti/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Pada pertengahan April 2021 ini, India mengalami lonjakan kasus Covid-19 yang luar biasa. Banyak masyarakat yang terpapar korona. Mayat pun bergelimpangan. Seperti video viral yang menyebar di milis-milis grup WA.

Satu penyebabnya: masyarakatnya merasa bahwa persebaran Covid-19 sudah terkendali sehingga bebas melakukan aktivitas seperti biasanya. Begitu pula saat ritual keagamaan, ada kerumunan massal sehingga banyak korban berjatuhan.

Menanggapi fenomena menyeramkan tersebut, Sekretaris MCCC Surabaya Andi Hariyadi mengimbau agar kejadian di India dapat dijadikan pelajaran. Masyarakat tetap patuh menjaga protokol Kesehatan.

“Jangan sampai seperti video yang sempat viral kejadian di India itu,” ujar Andi.

Novi Wijayanti, seorang guru privat bahasa Inggris, yang menerjemahkan video kejadian di India lantas bercerita. Menurut Novi, Covid-19 menyebar lebih cepat daripada negara lain di dunia.

Di India itu, tenaga medis harus merawat pasien di rumah dengan oksigen. “Keadaan tersebut sangatlah menyedihkan. Coba perhatikan di belakang penyiar ini, di mana-mana orang dibawa dan dibakar tiada henti. Tidak ada lagi tempat tidur rumah sakit, bahkan penyedia oksigen,” jelasnya.

Dalam video itu tampak orang-orang menangis memohon kepada rumah sakit untuk merawat keluarga mereka. Ada wanita membawa suami mereka berkeliling selama 10 jam hanya untuk meminta rumah sakit menerimanya.

“Sebanyak 332.000 kasus dalam sehari. Bagaimana dahsyatnya virus ini menyerang India saat ini sepanjang tahun selama pandemi,” terang wali murid SD Muhammadiyah 22 Surabaya itu.

Menyedihkan melihat ada seorang ibu berusia 59 tahun telah tiada. Yang membuat makin berat untuk diterima adalah bahwa India adalah pembuat vaksin terbesar di dunia. Sejak tahun lalu India telah memberikan vaksin ke hampir 90 negara di dunia. “India membuat vaksin Covid-19 untuk menyelamatkan dunia,” paparnya.

Gelombang Kedua Lebih Parah

Novi melanjutkan, beberapa bulan lalu kasus mulai menurun. Banyak yang berpikir virus hampir lenyap. Di sinilah kita bisa belajar suatu hal penting. Sebab, Covid-19 belum lenyap dan saat ini mereka berpikir bahwa virus tidak dapat dibendung.

“Dan mereka saat ini menghadapi gelombang kedua yang lebih parah daripada sebelumnya,” ucapnya.

Di India, mereka memutuskan untuk kembali ke kehidupan normal, tidak ada lagi jaga jarak, bahkan beberapa orang kembali ke tempat festival dan kerumunan. Hingga sekarang hanya 1 persen populasi di India yang telah mendapat vaksin. Pembuat vaksin terbesar di dunia, namun tak banyak penduduknya yang mendapat vaksin.

“Sekarang kita hanya bisa melihat dan mengirim doa kepada India untuk bisa mengalahkan virus. Mereka butuh dukungan kita,” terangnya.

“Saya mengirimkan pesan ini kepada semua yang melihat video ini. Lihatlah grafik di sini, sulit dipercaya. Tapi, satu tahun kemudian Covid akan lebih kuat daripada sebelumnya. Maka, janganlah meremehkan hal tersebut. Petugas tidak akan bisa berbuat apa-apa saat ini. Dan jangan sampai hal itu terjadi kepada Anda,” tegasnya.

“Bagi yang ingin kembali ke kehidupan normal, ingatlah bahwa negaramu tidak bisa menyediakan banyak vaksin. Untuk itu lebih baik tetaplah di rumah, memakai masker, dan jaga jarak, hindari kerumunan,” katanya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here