Inilah Masjid Muhammadiyah yang Sesuai Protokol Kesehatan

0
615
Drs. Mohammad Lutfi (Wakil Ketua PD Muhammadiyah Kota Surabaya) melakukan visitasi disalah satu Masjid Muhammadiyah yang ada di Kota Surabaya. (klikmu.co)

KLIKMU.CO – Dengan tidak diperpanjang PSBB jilid 2, maka beban penerapan protokol kesehatan dimasing-masing fasilitas umum menjadi sangat penting untuk diterapkan protokol kesehatan ketat. Apa yang disampaikan Walikota Surabaya saat telekonfrens dengan Rumah Ibadah.

“Kami mohon mohon mohooon.. mohon o-nya panjang agar penerapan protokol kesehatan di masjid benar benar diterapkan. Jangan lengah selalu disiplin. Kami sudah siapkan protokol kesehatan untuk masjid dan masjid diharapkan memenuhi protokol itu, “Kata Dr. (HC) Ir. Tri Rismaharini, M.T., Walikota perempuan pertama di Surabaya yang tahun ini akan mengakhiri masa jabatannya.

Seiring dengan penerapan protokol kesehatan ketat, maka Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya melalui Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Surabaya mengadakan visitasi ke masjid-masjid yang dikelola Muhammadiyah Se Kota Surabaya.

“Kami setelah mempelajari Edaran PP Muhammadiyah dan Peran tanggung jawab Takmir Masjid, maka kami memutuskan protokol kesehatan yang ketat dengan kemudian mengadakan sosialisasi pada Ahad, tanggal 7 Juni di Pusat Dakwah Muhammadiyah dengan pertemuan bergelombang, dan tanggal 9 – 11 Juni dilaksanakan visitasi ke masjid-masjid. Setelah itu akan ada monitoring dan evaluasi setiap minggunya” Ujar Dr. K.H. Mahsun, M.Ag Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya.

Visitasi yang dilakukan selain persiapan sarana prasarana masjid sekaligus juga melihat sejauh mana penerapan protokol kesehatan dilaksanakan yaitu jaga jarak, cuci tangan dan pakai masker, dan lain sebagainya. “Setelah tiga hari kami melakukan visitasi ke masjid-masjid, ada kategori Masjid Tidak Memenuhi Protokol Kesehatan (MTMPK) warna merah, Masjid Kurang Memenuhi Protokol Kesehatan (MKMPK) warna kuning dan Masjid Memenuhi Protokol Kesehatan (MMPK) warna hijau, Ujar H.M. Arif’an, SH selaku Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center Surabaya.

“Diharapkan agar Takmir Masjid yang masuk dalam penilaian Merah dan Kuning untuk tidak mengadakan kegiatan ibadah sebelum sarana prasarana protokol kesehatan terpenuhi. Hal ini bisa menjadi pemicu kekhusyukan jamaah dalam beribadah. Karena penilaian ini dinamis dan statis serta selalu ada monitoring dalam pelaksanaannya diharapkan disiplin menjaga protokol kesehatan demi jamaah dan ummat ini harus terus ditetapkan, namun demikian kewenangan untuk menutup masjid disesuaikan dengan kondisi dan tempat masjid. Contohnya Masjid Jenderal Sudirman karena didepan RS Dr. Soetomo dan pinggir jalan maka sampai sekarang Masjid ditutup, ini sikap yang terbaik untuk menjaga keselamatan jamaah” tambah pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya itu.

Selain itu juga terdapat himbauan agar penerapan protokol kesehatan di Masjid sangat ketat, dan ditempelkan aturan beribadah dimasa pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung saat ini.

Berikut ini Masjid Muhammadiyah yang dinyatakan Tidak, Kurang dan Memenuhi Protokol Kesehatan

Daftar Hasil Visitasi Masjid Muhammadiyah

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here