Wacana Koalisi Partai Islam: PKB Menyambut, PAN Menolak

0
470
Jajaran pengurus DPP PPP saat menyambangi markas PKS pada Rabu (14/4/2021). (Riezky Maulana/Sindonews)

KLIKMU.CO – Wacana pembentukan poros partai Islam yang diinisiasi PPP dan PKS mendapat sambutan beragam dari partai lain. Di antaranya dari PKB dan PAN yang sama-sama partai berbasis Islam.

Wakil Ketua Umum (Waketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menyambut wacana poros partai Islam 2024 yang digagas PKS dan PPP. “Gagasan baik dan ide segar untuk demokrasi. Saya berharap poros partai Islam tak hanya berhenti sebagai wacana,” kata pria yang akrab disapa Gus Jazil itu, Kamis (15/4/2021).

Dia menegaskan bakal menyambut baikwacana itu. Tujuannya, dapat membangun poros kekuatan demokrasi dengan menawarkan ide program keumatan yang segar dan tidak berhenti pada sebatas wacana.

Menurut Gus Jazil, PKB tidak menutup kemungkinan untuk bergabung ke poros partai Islam pada 2024. Hanya, PKB menunggu wacana ini digagas secara serius.

“PKB terbuka kemungkinan untuk bergabung bila wacana tersebut digagas dengan serius dan memiliki arah yang jelas bagi perbaikan masa depan Indonesia. “Kita tunggu saja,” katanya.

PAN Menolak

Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) PAN Zulkifli Hasan mengkritik wacana pembentukan poros partai Islam. Zulkifli menilai wacana poros partai Islam bertentangan dengan upaya rekonsiliasi nasional.

“Dalam satu-dua hari ini, saya menyimak munculnya wacana pembentukan koalisi partai Islam untuk Pemilu 2024. Saya menilai wacana ini justru kontraproduktif dengan upaya kita melakukan rekonsiliasi nasional, memperkuat dan memperkokoh persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa dan negara,” kata Zulkifli dikutip dari Detik, Kamis (15/4/2021).

Dia mengatakanm politik identitas yang terbangun dalam Pilpres 2019 menimbulkan ketegangan di masyarakat. Zulhas khawatir wacana pembentukan poros Islam justru membangun kembali politik identitas seperti yang terjadi pada Pilpres 2019.

“Masih jelas dalam ingatan kita Pilpres 2019 begitu kuat menggunakan sentimen SARA dan politik aliran, politik identitas. Luka dan trauma yang ditimbulkan oleh ketegangan dan tarik-menarik itu masih terasa. Rakyat masih terbelah, meskipun elite cepat saja bersatu. Buktinya capres dan cawapres yang menjadi lawan dari pasangan pemenang kini sudah bergabung,” papar politikus yang akrab disapa Zulhas itu.

Karena itu, menanggapi wacana koalisi partai Islam 2024 itu, PAN melihat justru ini akan memperkuat politik aliran di negara Indoneia. “Sesuatu yang harus kita hindari. Semua pihak harus berjuang untuk kebaikan dan kepentingan semua golongan,” tandasnya.

Sebagaimana diberitakan, isu itu berembus dari pertemuan PPP dan PKS. Presiden PKS Ahmad Syaikhu dan Ketum PPP Suharso Monoarfa bertemu di DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (14/4/2021). Dalam pertemuan itu, keduanya membuka peluang membentuk koalisi untuk Pemilu 2024.

Kedua partai telah menandatangani nota kesepahaman berisi tujuh poin. Beberapa hal yang disepakati, antara lain, komitmen untuk menjaga Indonesia dari paham radikalisme, terorisme, komunisme, separatisme, hingga sekularisme. Menjaga demokrasi serta komitmen memajukan ekonomi syariah dan industri yang halal. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here