Wagub Emil Dardak Buka Musypimwil II Aisyiyah Jatim

0
123
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak dalam sambutan di musypimwil II. (Achmad San)
http://klikmu.co/wp-content/uploads/2018/01/iklan720.jpg

KLIKMU.CO – Enam bulan menjelang muktamar Muhammadiyah-Aisyiyah, Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur Periode 2015-2020 menggelar Musypimwil II di Balai Diklat Keagamaan Kota Surabaya, Jalan Ketintang Madya No 92, Karah, Jambangan, Surabaya, Sabtu-Ahad (4-5/1/2020). Musyawarah pimpinan wilayah ini dihadiri oleh sekitar 350 peserta dari seantero kota/kabupaten di Jawa Timur.

Dari pantauan, di samping peserta musypimwil, ada undangan lain seperti Muslimat, ormas Kristen, serta tak lupa perwakilan Pemprov Jatim. Karena Gubernur Jatim Dra Hj Khofifah Indar Parawansa MSi sedang umrah, pihak pemprov diwakili Wakil Gubernur Jatim Dr Emil Elestianto Dardak MSc.

Ketua PWA Jatim Dra Hj Siti Dalilah Candrawati MAg dalam sambutannya menuturkan, musypimwil merupakan rangkaian agenda musyawarah ketiga selama satu periode. Sebelumnya ada musywil untuk memilih calon pimpinan, lalu musypimwil I dua tahun lalu (2018), sebelum kemudian musyawarah pemungkas tahun ini.

“Tema yang diambil adalah Dinamisasi Gerakan Menebar Islam Berkemajuan,” kata perempuan yang biasa disapa Candra itu.

Candara menuturkan, Aisyiyah Jawa Timur sejauh ini sudah berkiprah di empat hal, yaitu pembebasan, pencerahan, pemberdayaan, dan kemajuan. “Kiprah itu bisa dilakukan karena bermitra dengan ormas lain maupun dinas terkait,” lanjutnya.

Tahun ini sekaligus menjadi tahun terakhir Candra dalam memimpin roda organisasi ormas yang lahir setelah Muhammadiyah ini atau tahun 1917. “Kerja Aisyiyah ini ada dua, pembinaan keluarga dan masyarakat,” katanya. “Aisyiyah tetap bergerak untuk membantu keluarga lepas dari masalah katarak, stunting, dan lain-lain,” tegasnya.

Sekretaris PWM Jatim Ir Tamhid Mayshudi menambahkan, Aisyiyah dan Muhammadiyah selalu bersinergi terutama dalam rumah sakit. Sekarang sudah banyak rumah sakit dengan nama “Aisyiyah”. “Dulu kalau klinik, masih boleh pakai nama Aisyiyah. Kalau sudah jadi rumah sakit, baru diambil alih Muhammadiyah,” terangnya. “Baru sekarang-sekarang ini Aisyiyah jadi rumah sakit sendiri,” tuturnya disambut aplaus hadirin.

Tamhid lantas menceritakan tokoh-tokoh Muhammadiyah yang sangat menginspirasi. Bung Karno, kata dia, merupakan ketua Bidang Pendidikan (skerang Dikdasmen) Muhammadiyah Konsul Jambi. Lalu, Bung Tomo adalah utusan PP Muhammadiyah ke Jatim untuk mendirikan rumah sakit PKU.
“Ir Juanda itu dulu pernah diminta menjadi dosen di ITB. Tapi beliau menolak dan memilih mendirikan SMA Muhammadiyah di Jakarta,” jelasnya.

Sekitar pukul 10.00 Wagub Emil Elistianto Dardak datang. Dia kemudian diminta untuk membuka acara Musypimwil II Aisyoyah Jawa Timur mewakili Gubernur Khofiah Indar Parawansa. Sebelum membuka acara, Emil Dardak memberikan sambutan tentang era revolusi indust ri 4.0 berikut cara melaluinya. (Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here