Wakil Ketua PWM Jatim Pompa Peserta Diksuspala di Trawas

0
625

Sabtu 23 Desember 2017 di Aula Newstart waktu menunjukkan pukul 08.10 menit, begitu sesi pertama dihari kedua kegiatan Diklat Khusus Calon Kepala Panti ( Diksuspala ) Majelis Pelayanan Sosial Pimpinan Daerah Kota Surabaya Saya sangat senang jika kegiatan jauh dari rumah, karena saya yakin kegiatan ini akan relatif berjalan sukses, para peserta pun tertawa, bukan Pak Nadjib kalau tidak bisa membuat suasana kajian menjadi lebih hidup dalam pemberian materinya di mulai dari Wasiat Kiai dahlan “ Manusia itu sama saja dengan benda mati kecuali berilmu, tapi mereka yang berilmu dalam kegamangan kecuali di amalkan, mereka yang beramal pun dalam ketakutan kecuali dalam keikhlasan,” tiga pondasi wasiat Kiai dahlan ini yakni Ilmu, amal dan ikhlas adalah kunci dari Kebesaran Persyarikatan Muhammadiyah hingga saat ini, Setiap Pimpinan Panti Muhammadiyah harus gemar menuntut ilmu, dengan ilmu hidup menjadi lebih gampang, hidup harus penuh keikhlasan dalam beramal , setiap kepala panti harus berusaha menjalankan roda amal usaha dengan spirit berkemajuan, seperti pagi ini semua ada kegiatan diklat Khusus Calon Kepala Panti harus di ikuti dengan penuh KeIkhlasan bukan sekedar gugur kewajiban, karena para calon kepala yang hadir hari ini harus mampu melahirkan tokoh tokoh dan pemimpin bangsa yang berwibawa.
Maka para kepala panti harus memiliki , yang pertama kemampuan di bidang Leadership dan Manajerial kenapa ? karena saat ini belum ada pemimpin yang bisa diterima semua fihak, sehingga umat mudah dipecah-belah, kenapa lagi ? karena manajemennya masih nafsi-nafsi, belum sinergis, yang kedua kemampuan untuk menjaga Ideologis dan meningkatkan Pemahaman Keagamaan, kini banyak berkembang aneka ideologi keagamaan yang saling berebut pengaruh di tengah masyarakat. Pertarungan ideologi tidak bisa dilepaskan dari faham keagamaan atau konsep ber-Islam, tidak sedikit aktivis Muhammadiyah yang gagap dan terbawa arus dalam menghadapi rongrongan ideologi lain, akibat keterbatasan pemahaman keagamaannya. Padahal, perbedaan pemahaman keagamaan, berpengaruh kuat pada sikap dan perilaku sehari-hari.
Seorang kepala panti atau para calon kepala panti harus paham bahwa makna Pemimpin adalah Imam, Yakni seseorang yang telah memenuhi persyaratan tertentu, dipilih untuk diikuti, memiliki fungsi menggerakkan, mengoordinasikan, mengarahkan, dan menjadi sumber teladan, di dalam pribadinya hendkanya memiliki kapasitas organisasional yang memadai, dan integritas personal yang patut diteladani. Disnilah, dimana Pimpinan Persyarikatan bertanggung jawab atas terlaksananya program persyarikatan secara menyeluruh dengan mendesign penyiapan penyiapam para calon pimpinan dimasa yang akan datang. Setelah pemaparan materi selesa, Abah Nadjib Hamid berpesan kepada Ferry Yudi AS Ketua Majelis Pelayanan Sosial Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya, teruslah bergerak, bergerak dan bergerak semakin di urusi Muhammadiyah itu semakin banyak di kerjakan.
sesi di tutup dengan pemberian form beasiswa dari BASNAS Provinsi Jawa Timur yang diberikan abah Nadjib Hamid kepada MPS PDM untuk di sebarkan kepada panti pesantren Muhammadiyah Se Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here