Wanita Mualaf dan Mantan Penginjil Sekarang Dirikan Majelis Ta’lim Muslimah Surabaya

0
23221
Begini cara membiayai majelis ta'lim muslimah Surabaya, selain swadaya sesama jamaah juga berjualan baju hasilnya untuk kepentingan dakwah

KLIKMU.CO – Menjadi wanita karir sudah barang tentu memiliki kesibukan ekstra lebih. Tak banyak waktu mengurusi hal-hal remeh temeh dalam rumah tangga. Kadang ia lebih sibuk untuk meraih sebuah kesuksesan di tempat kerjanya. Sibuk berwirausaha, mengembangkan bisnisnya dan lain-lain, sampai lupa kodratnya, sebagai ibu.

Sudah barang tentu, intensitas waktu untuk buah hatinya tidak terlalu banyak. Kadang memperihatinkan urusan pendidikan anak misalnya, kadang lebih dipasrahkan pada pihak sekolah. Bahkan urusan pendidikan agama pun dipasrahkan di Taman Baca Quran di masjid terdekat, kurang kontrol akan perkembangan pendidikan tadi.

Padahal, ibu adalah madrasah pertama bagi anak. Seorang ibu sesungguhnya mempunyai peran penting dalam mendidik dan menumbuhkan iman Islam anak anak sejak dini. Jadi, muslimah merupakan penggerak generasi muda.

Hal itulah yang menjadi perhatian serius juga melatar belakangi Siti Ainun Kholifah, perempuan mualaf sang mantan misionaris tergerak hatinya mendirikan Majelis Ta’lim Muslimah Fiisabilillah (MTMF) sebagai wadah tempat belajar sosial para wanita itu, agar lebih terarah, amanah terorganisir dan Islamiyah.

Ainun mengutarakan, majelis tersebut diharapakan mewujudkan generasi muda yang beriman, taqwa, berwawasan dan mampu mengamalkan ajaran Alquran dan Hadits.Merangkul, mengarahkan, membangun majelis ta’lim sebagai sarana belajar ilmu Agama Islam. Juga, memperkuat persatuan dan kesatuan wanita muda muslimah. Lebih-lebih membangun jamaah yang kuat secara ekonomi, lingkungan, sosial yang berasaskan Islam.

Dalam majelis itu pula, beragama program kegiatan juga dilakukan, seperti: Kajian online, Kajian offline, jum’at berbagi & edukasi, safari dakwah untuk anak TPQ Umahat (wanita muda), Bazar murah, Muslim Market (koperasi) juga berbagai aktivitas religi.

“Beragam kegiatan tersebut diperoleh dari swadaya jamaah dan penggalan dana. Yakni, Infaq jama’ah dan pembagian hasil usaha binaan Majelis ta’lim,” kata perempuan yang malang melintang di dunia bisnis.

Perempuan masa kecilnya bernama Desita Kristin itu menuturkan, majelis tersebut juga menerima sedekah sampah. Continua, limbah minyak goreng (jelantah),kardus, kertas, serta botol plastik bekas.

Juga, tambah Ainun, sedekah barang bekas, misalnya baju bekas (bayi – dewasa), Seragam sekolah
Celana, Sendal, Sepatu
Buku sekolah. Juga Sedekah barang rusak: mesin cuci,blender, speaker, setrika,kipas, magic com,dispenser,mixcer, kompor, wajan penyok, dandang bocor, panci bolong

“In syaa Allah semua hasil donasi atau hibah sepenuhnya untuk kegiatan keagamaan dan sosial MT Muslimah Fiisabilillah,” pungkasnya sembari berharap sampah rumah tangga tidak dibuang, karena itu bisa jadi sedekah. (Kholiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here