Waqaf Sampah, Wujud Konkret Sekolah Karakter Ajari Siswanya Cinta Lingkungan

0
297
Guru dan siswa Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya saat mengumpulkan sampah. (Klikmu.co)

 

KLIKMU.CO – Pembelajaran tentang waqaf di SD Muhammadiyah 24 Surabaya dilakukan dengan cara yang berbeda dan menarik. Sekolah itu mengusung program “waqaf sampah”.

Sejak tiga pekan lalu, Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya sebagai penggagas waqaf sampah mencoba model waqaf baru dengan dua alasan mendasar. Yakni, cinta lingkungan sekaligus ajakan kontribusi kepada siswa untuk pengembangan sekolah. Seperti apa teknisnya?

Saat ditemui kontributor Klikmu.co, Kepala SD Muhammadiyah 24 Surabaya Norma Setyaningrum SPd menyatakan bahwa program ini dibuat sebagai media pembelajaran anak-anak supaya mempunyai karakter cinta lingkungan di rumah dan sekolah. “Lebih dari itu, model waqaf ini sekaligus mengenalkan cara baru memanfaatkan sampah yang memiliki manfaat ganda pada siswa. Yakni diniatkan untuk kontribusi terhadap lingkungan dan sekolah,” ujarnya.

Norma menambahkan, program itu berangkat dari inisiatif sederhana dalam memanfaatkan botol dan plastik bekas yang tak terpakai di rumah. Juga sebagai wujud ikhtiar dalam mengembangkan sekolah.

“Ya, meskipun hasil yang terkumpul dari waqaf sampah tidak banyak, setidaknya bisa membantu. Dan yang paling penting adalah bisa memberikan pembelajaran bagi anak-anak tentang pentingnya cinta lingkungan sekaligus berdonasi,” tambahnya.

Program wakaf sampah ini dilaksanakan setiap Jumat pagi saat siswa tiba di sekolah. “Peserta didik membawa sampah (botol plastik) dari rumah yang tidak terpakai. Jumlahnya menyesuaikan atau seadanya, kemudian dibawa ke tim waq-sam (waqaf sampah) yang berada di halaman sekolah. Siswa juga harus membawa kartu ‘waq-sam’ untuk memperoleh paraf dan stempel sebagai bukti penyetoran,” ujar Ahmad Muhammad Assyifa’, koordinator waqaf sampah.

“Kegiatan waqaf sampah ini sudah berjalan tiga kali. Alhamdulillah support mengalir dari seluruh warga sekolah, utamanya foswam (forum silaturrahim wali murid) sangat mendukung program tersebut. Bahkan bersedia mengawal teknis pelaksanaan program ini sampai proses penjualan,” tuturnya. (*/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here