Waspadai Boraks dalam Jajanan, Sekolah Karakter Adakan Edukasi Makanan Sehat

0
78

KLIKMU.CO – Banyaknya jajanan yang dijual di lingkungan sekitar rumah dan sekolah yang dimungkinkan mengandung zat berbahaya bagi kesehatan membuat Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Ketintang Surabaya melakukan edukasi deteksi makanan sehat. Kegiatan itu ditujukan kepada siswa kelas IV, V, dan VI.

Acara edukasi diadakan di kompleks Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Ketintang, Surabaya, pada Jumat (22/2). Mereka bekerja sama dengan mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya (FIK UMSurabaya) untuk mendeteksi kandungan boraks dan pewarna tekstil yang terdapat pada jajanan yang biasa dibeli dan dikonsumsi para siswa. Misalnya, pentol, sosis, dan nuget.

Wiwik Alwiyah dari UMSurabaya menjelaskan, kandungan boraks dalam makanan sangat berbahaya bagi kesehatan. Hal ini karena fungsinya sebenarnya sebagai bahan pengawet dalam dunia industri, bukan untuk makanan. “Karena itu, zat ini dilarang digunakan untuk makanan. Namun, masyarakat masih saja menggunakannya untuk pengawet makanan,” ujarnya.

Mahasiswa semester IV D-3 analis kesehatan tersebut menambahkan, ciri-ciri makanan yang mengandung boraks adalah bertekstur sangat kenyal, tidak mudah hancur, berwarna sangat mencolok daripada aslinya, dan beraroma menyengat yang mencurigakan. “Bahkan, binatang seperti lalat pun enggan untuk menempel dan tahan lama,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah 24 Norma Setyaningrum menjelaskan, kegiatan edukasi itu merupakan bagian dari kegiatan Pesantren Karakter yang rutin diselenggarakan bagi kelas IV sampai V. Untuk Februari ini, sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan anak-anak, pihak sekolah melakukan edukasi deteksi makanan sehat ini.

“Jadi, kami infokan kepada wali murid untuk membawakan makanan yang sering dibeli dan dikonsumsi oleh anak-anak anak di sekitar lingkungan rumahnya. Tadi anak-anak sudah menguji secara langsung. Jadi, harapannya, anak-anak mengerti dan sadar tentang bahaya makanan yang mereka makan selama ini,” katanya.

Kepala sekolah menambahkan, siswa juga dapat mempraktikkan percobaan sederhana itu di rumah sehingga keluarga juga mengerti seperti apa makanan sehat maupun makanan berbahaya bagi kesehatan. (Arasy/San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here