Wawancara dengan Wakil Bupati Jombang: Jangan karena Sistem Berubah, Tidak Ada Give Antara Guru dan Murid

0
252
Wakil Bupati Jombang Surambah (tengah) saat diwawancarai warcil MI Muhammadiyah 1 Jombang. (Zuly/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Di sela acara ”Penyerahan Simbolis Paket Sembako MCCC (Muhammadiyah Covid-19 Command Center) Tahap IV kepada Siswa dan Siswi Kurang Mampu yang Terdampak Covid-19 di SD/MI Muhammadiyah Jombang” yang diselenggarakan Ahad (14/6/2020) di MI Muhammadiyah 1 Jombang, warcil (wartawan cilik) MI Muhammadiyah 10 ”Madrasah Penghafal Al-Qur’an”  Rejosopinggir, Tembelang, Jombang, berkesempatan mewawancarai Wakil Bupati Jombang Surambah.

Berikut petikan wawancara Cintia Nur Rahma dan Nana Safimatun Najah, warcil itu, dengan Mas Rambah, sapaan akrab Surambah.

Menurut Bapak, apa Covid-19 itu?

Covid-19 ini adalah sejenis penyakit yang berdasar pada rumus H1N1 atau influenza yang menyerang pada saluran pernapasan dan penularannya agak cepat sehingga menjadi pandemi di seluruh dunia.

Siapa saja yang berisiko terkena Covid-19?

Semua orang berisiko terkena Covid-19. Cuman, yang agak berbahaya ini kepada anak-anak, kepada orang tua, atau orang yang punya penyakit bawaan ini yang sangat berbahaya.

Apa saja gejala terkena Covid-19?

Suhu badan mereka akan tinggi, jadi demam, sesak napas yang terus-menerus, dan batuk terus-menerus. Cuman, sekarang ada namanya orang tanpa gejala (OTG). Jadi, masa inkubasi (waktu antara seseorang terpapar hingga menunjukkan gejala awal, Red) jadi panjang, gejalanya tidak kelihatan. Akhirnya banyak orang yang terkena Covid-19, tapi kelihatan seperti tidak terkena apa pun. Ini yang agak berbahaya.

Mengapa Covid-19 di Jombang terus bertambah?

Karena kita ini kurang disiplin untuk mau menjalankan protokol kesehatan, memakai masker, cuci tangan, jaga jarak ini kita kurang disiplin. Maka, persebarannya masih terus terjadi.

Bagaimana upaya kita supaya tidak tertular Covid-19?

Tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, ke mana pun kita pergi sesering mungkin cuci tangan, pakai masker, dan  jangan lupa jaga jarak. Itu yang harus kita lakukan. Dan kita harus membuat bagaimana daya imunnya tinggi dengan makanan bergizi dan sebagainya.

Apa pendapat Bapak tentang keputusan Pak  Nadim yang memutuskan sekolah mulai masuk pada Januari 2021?

Kita semua harus berhati-hati karena pandemi Covid-19 ini tidak bisa dipandang enteng sebelah mata, karena kita pernah belajar pada 1918 yang posisinya sama seperti saat ini begitu dianggap remeh. Kemudian, 1918 akhir terjadi persebaran yang luar biasa. Hampir sepertiga dari jumlah penduduk di dunia terpapar waktu itu. Nah, kita tidak ingin terjadi seperti tahun 1918, maka kita harus berhati-hati betul di dalam proses mengambil keputusan, termasuk mengambil keputusan anak sekolah.

Bagaimana Pemerintah Kabupaten Jombang menanggapi perpanjangan pembelajaran online di sekolah-sekolah?

Memang ini yang menjadi problem kita bersama. Bahwa kalau terus-menerus seperti ini, maka ketika bulan Desember kita harus tersiapkan keseluruhan, termasuk sarana-prasarana melakukan belajar dengan sistem online. Jangan sampai kemudian, karena sistem berubah, tidak ada give antara guru dengan muridnya. Akhirnya, proses pembelajaran tidak berjalan secara baik. Jangan sampai itu terjadi. Sehingga, sarana dan prasarana harus kita siapkan.

Apa pesan Bapak untuk kami peserta didik yang harus melakukan pembelajaran online di rumah saja?

Tetap belajar, bukan berarti belajar online di rumah terus ini kesempatan untuk libur, kesempatan karena tidak ada yang mengawasi, akhirnya tidak mau belajar. Kemudian, yang terjadi cuman main, tidur, main, tidur. Bukan begitu. Jadi, tetap disiplin belajar sesuai dengan petunjuk ibu/bapak ibu guru. (Zuly/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here