Wawancara Tri Rismaharini: Menyiapkan Pendidikan untuk Generasi Milenial

0
267
Zhafirah Cinta Ilma Kelas 3 SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya mewawancari Walikota Surabaya Tri Rismaharini

KLIKMU.CO – Bonus demografi yang diperkirakan berlangsung 2020-2030 akan menjadi satu beban dan tantangan bagi generasi milenial saat ini. Sebab di tahun itu, persaingan untuk mendapatkan tenaga kerja tidak gampang. Butuh kualitas Sumber Daya Manusia tingkat tinggi, pasar tenaga kerja pun membutuhkan manusia unggul dan produktif.

Dapat dibayangkan apa jadinya bangsa Indonesia dan masa depan generasi saat ini, jika tidak memiliki daya saing tinggi. Keunggulan atau keahlian semakin dibutuhkan sesuai perkembangan zamannya.

Selain memiliki SDM yang berkualitas dan handal untuk mempersiapkan generasi milenial dalam menghadapi tantangan ke depan juga dibutuhkan menata karakter. Hal ini untuk menyiapkan generasi muda agar bisa beradaptasi dengan perubahan jaman.

Bagaimana untuk menyiapkan pendidikan generasi milenial, berikut petikan wawancara Zhafirah Cinta Ilma wartawan cilik (warcil) SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya dengan Walikota Surabaya Tri Rismaharini disela Pameran Widya Wahana Pendidikan oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya Di Gedung Gelora Pancasila, Rabu 12 Desember 2018, lalu.

Menurut Bu Risma, apa yang dimaksud dengan pendidikan Milenial?

Pendidikan milenial ialah sebuah proses pendidikan yang bisa memprediksi masa depan, bukan hanya beberapa tahun saja. Melainkan, ratusan tahun ke depan dapat kita prediksi.

Bagaimana cara mengembangkan pendidikan milenial itu?

Anak-anak harus giat belajar, banyak membaca. Anak- anak kalau tidak mengerti pelajaran di kelas harus bertanya kepada guru. Bertanya itu, tidak mesti bodoh.

Generasi milenial kan identik dengan penggunaan teknologi, bagaimana menurut ibu?

Kalau menggunakan handphone (HP) maka harus mengetahui apa manfaatnya, supaya waktunya tidak habis untuk bermain game, chating dan lain-lain. Tetapi, digunakan untuk hal yang bermanfaat yang dapat menambah ilmu pengetahuan.

Bisa dikasih contoh lain cara mengembangkan pendidikan millenial?

Belajar tidak harus di kelas, melainkan bisa belajar melalui internet. Mempelajari materi-materi yang paling mutakhir perkembangan dunia pendidikan melaui internet.

Lantas apa yang mesti dilakukan untuk para pendidik untuk menyiapkan generasi milenial?

Saya itu bermimpi anak-anak menjadi aktor di negeri sendiri. Bukan menjadi penonton. Saya yakin tidak ada peninggalan yang baik, kecuali SDM yang unggul.

Setiap anak memiliki talenta dan keunggulan masing-masing sesuai bidangnya atau bakatnya. Setiap anak ada kelemahan dan kelebihan, semua memiliki potensi. Tinggal bagaimana tinggal pendidik memotivasi siswa terpacu untuk unggul tadi.

Selain itu, mari kita siapkan generasi produktif. Generasi yang memiliki mental kuat dan tahan banting.

Pesan yang ingin disampaikan Ibu kepada peserta didik SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya seperti apa?

Belajar dengan giat, banyak membaca. Dengan begitu anak-anakku dapat membawa harum nama Kota Surabaya di kanca nasional maupun Internasional. Dengan begitu, anak-anakku akan memiliki kualitas bagus, berdaya saing, memiliki inovatif. Yang penting lagi anak-anakku harus memiliki karakter, jujur, tanggung jawab, menghormati guru sayang pada orang tua. Dan saya yakin anak-anak SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya memiliki karakter itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here