Webinar PMC3: Tiga Kunci Penangkal Coronavirus

0
116
Dokter Tjatur Prijambodo MKes (memakai belangkon coklat) ketika memberikan materi di Webinar PMC3. (Tangkapan layar oleh Beryl)

KLIKMU.CO – Jumat ( 18/9) Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur menyelenggarakan webinar dengan tema ”Coronavirus Mengila”. Acara yang dikemas dalam bentuk dialog ini menghadirkan tiga narasumber, antara lain dr Tjatur Prijambodo, MKes Direktur RS Siti Fatimah Tulangan Sidoarjo, Dikky Syadqomullah SHI MHes Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah, dan Aini Syukriah MPd Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur. Acara ini dipandu oleh Ferry Yudi Antonis Saputro SHI MPdI.

Sebagai narasumber pertama, dr
Tjatur Prijambodo menyampaikan bahwa virus korona ini benar-benar sudah menggila percepatan penularannya. Maka dari itu, ada tiga fondasi yang harus dipahami dan dilakukan.

Pertama, promotif yang paling mengena adalah yang bisa masuk ke sendi-sendi masyarakat, memberi pemahaman mengenai coronavirus disease 2019 (Covid-19). Media promotif harus didesain sesuai karakter masyarakat kita, yakni audio dan visual. “Maka, kata kuncinya adalah kreatif,” ujarnya.

Kedua, preventif proses pencegahan. Penularan ini melalui droplet atau cairan dengan jarak jangkau 2 meter. Maka, lanjut dia, agar tidak menular harus menggunakan masker. Jika ada dua orang yang sama-sama pakai masker, kedua orang tesebut akan aman.

“Penularan melalui droplet yang menempel benda yang mampu bertahan 6-8 jam, maka preventifnya adalah cuci tangan dan selalu terapkan sosial distancing. Jenis masker hindari jenis skuba,” paparnya.

Tjatur menambahkan, gerakan-gerakan pemuda harus dimulai dari diri sendiri, tebar masker, setiap khutbah harus terus disosialisasikan.

Ketiga, kuratif. Pembagian harus diikhtiarkan bisa melalui proses penyembuhan dengan konsumsi prebiotik atau probiotik, karena ini meningkatkan imunitas.

“Ada juga self limiting disease, yakni kemampuan imun diri untuk melawan virus yang ada di dalam tubuh. Maka penting memiliki imun yang tinggi. Ada dua kuncinya, yakni medis dan teologis,” terangnya.

Tjatur menyatakan, imun medis itu seperti menjaga imunitas dan mengonsumsi makanan yang bergizi. “Teologis ada empat. Istighfar. Sedekah memunculkan hormon kebahagiaan. Zikir selalu mengingatkan Allah, natural killer cell hanya akan muncul pada pribadi pribadi yang ketika beraktivitas selalu mengingat Allah. Lalu, sabar,” paparnya.

Aini Syukriah menambahkan, pihaknya membuat edukasi di daerah hijau di TK-TK melalui daring dan gerakan peduli Covid-19 dengan sedekah masker. Ada juga gerakan ketahanan pangan. “Nasyiatul yang rata-rata ibu rumah tangga muda bisa menanam sendiri dan dikonsumsi sendiri. Ini salah satu program unggulan, yakni Nasyiatul menanam karena program ini murah dan mudah dilakukan,” jelasnya.

Sementara itu, Dikky Syadqomullah menyatakan, pandemi Covid ini harus memakai 4 sehat 5 sempurna. Pertama, ilmu. Pendekatan Covid ini harus dengan ilmu berdasarkan data, fakta, dan pengalaman lapangan. Kedua, imun biologis dan teologis harus kita coba baca surah an Naba’ ayat 9-11.

Lalu, infak dan sedekah. Bersedekah itu tidak harus dengan uang atau materi, tetapi luas cakupannya. Keempat, iman. “Yang terakhir istikamah. Kita harus istikamah dalam berusaha dalam mencari obat dan ikhtiar dalam melewati masa-masa pandemi seperti ini. (Beryl/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here